Senin, 23 Mei 2022
22 Syawal 1443

PDIP: Brutus dalam Istana Presiden adalah LBP!

Masinton pdip Luhut brutus 3 periode - inilah.com
Politikus PDI Perjuangan/Anggota Komisi III DPR Masinton Pasaribu - dpr.go.id

Politikus PDI Perjuangan Masinton Pasaribu menyebut Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan (LBP) adalah brutus di dalam lingkaran Presiden Jokowi.

“Brutus di dalam Istana itu ya Luhut,” kata Masinton kepada inilah.com, Senin (11/4/2022).

Pernyataan itu disampaikan Masinton terkait manuver politik Luhut yang kerap mewacanakan perpanjangan masa jabatan Presiden Jokowi atau Presiden 3 Periode dan penundaan Pemilu 2024.

Dengan wacana itu, anggota Komisi III DPR itu menyebut Luhut sama saja menjerumuskan Presiden Jokowi.

Apalagi beberapa waktu terakhir Luhut dinilai aktif menggalang kekuatan politik untuk mendukung wacana perpanjangan jabatan Presiden. Mulai dari klaim data 110 juta masyarakat, penggalangan Kepala Desa hingga partai politik.

Baca juga
Pemilu 2024 Tugas Berat Bagi KPU-Bawaslu Periode 2022-2027

“Siapa yang mewacanakan dan menggalang isu tiga periode, Luhut. Siapa yang memobilisasi dukungan Kepala Desa? Luhut. Siapa yang menjerusmuskan Presiden, yang menggalang beberapa Ketua Umum Partai, Luhut,” tegas Masinton.

Jokowi sendiri telah melarang para Menterinya membahas wacana 3 periode. Bahkan Jokowi menyesalkan pernyataan Menteri yang tak sensitif dengan kondisi rakyat.

““Jangan sampai ada lagi yang menyuarakan mengenai penundaan perpanjangan, ndak,” kata Jokowi yang disiarkan YouTube Sekretariat Kabinet, Rabu (6/4/2022).

Melalui akun twitternya, Jokowi kembali menegaskan bahwa Pemilu 2024 telah ditetapkan. Jokowi pun meminta masyarakat tidak mudah terpengaruh provokasi kepentingan politik.

“Jangan sampai ada lagi yang menyuarakan mengenai penundaan perpanjangan, ndak. Saya rasa itu yang ingin saya sampaikan, terima kasih. Menjelang perhelatan demokrasi politik ini biasanya suhu menghangat. Itu biasa tapi jangan sampai masyarakat terprovokasi oleh kepentingan-kepentingan politik yang tidak bermanfaat,” kata Jokowi di akun media sosialnya, Ahad (10/4/2022) kemarin.

Tinggalkan Komentar