Minggu, 26 Juni 2022
26 Dzul Qa'dah 1443

PDIP Disarankan Jaga Jarak dengan Jokowi

Selasa, 17 Mei 2022 - 14:22 WIB
Presidenri.go.id 10012021201644 5ffafe3ce0cbd6.94258016 768x1024 - inilah.com
Presiden Jokowi menghadiri HUT Ke-48 PDIP Ke-48 secara virtual dari Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Minggu (10/1/2021). Foto: Antara/BPMI Setpres

Penurunan tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Presiden Joko Widodo (Jokowi) ditengarai akan berdampak besar pada perolehan suara PDIP di Pemilu 2024.

Suara partai tersebut berpotensi tergerus dan terancam tidak lolos syarat parliamentary threshold atau ambang batas parlemen sebesar empat persen untuk duduk di DPR.

Untuk itu, PDIP perlu menjaga jarak dengan Jokowi. Tujuannya agar terhindar dari dampak ketidakpuasan masyarakat terhadap kinerja Presiden Jokowi.

“PDIP bisa tidak lolos ke parlemen di 2024, makanya harus ‘jaga jarak’ dengan Jokowi,” kata Direktur Eksekutif Center for Budget Analysis (CBA) Uchok Sky Khadafi kepada Inilah.com, Selasa (17/5/2022).

Baca juga
Bawaslu: Lembaga Pemantau Pemilu 2024 Harus Terakreditasi

Dia menjelaskan, partai berlambang banteng moncong putih itu mengusung Jokowi sebagai presiden dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014 dan 2019. Namun, harus mulai menjauhi Jokowi dan membuat jembatan darurat untuk partai. Tujuannya agar suara partai dengan ketua umum Megawati Soekarnoputri itu tak tergerus akibat kinerja Presiden Jokowi yang tidak memuaskan.

“Jadi dengan menurunnya kinerja Jokowi mulai saat ini PDIP harus ancang-ancang buat jembatan darurat untuk partai. Kalau tidak akan hancur karena publik tahu PDIP dukung Jokowi,” bebernya.

Dia menuturkan, partai itu semestinya sejak jauh hari sudah mulai menjauhi Jokowi. Apalagi peran PDIP ‘dianaktirikan’ Jokowi dalam kabinet ketimbang Menko Maritim dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan.

Baca juga
Sahabat, Sapaan Khusus Zulhas untuk Ridwan Kamil

“Selama ini PDIP mengusung Jokowi, tapi PDIP dapat jatah menteri yang tidak begitu basah. Tapi yang lebih menikmatinya Luhut,” tegas Ucok.

Sebelumnya, Lembaga Survei Indikator Politik Indonesia merilis tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Presiden Jokowi menurun hingga angka 58,1 persen pada periode 5-10 Mei 2022.

“Yang mengatakan puas 8 persen, yang mengatakan cukup puas 50,1 persen. Total 58,1 persen,” kata Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi dalam konferensi pers secara daring, Minggu (15/5/2022) lalu.

Semula, pada Desember 2021, Indikator Politik Indonesia juga merilis tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Presiden Joko Widodo sebesar 72 persen. Artinya, hanya selang waktu 5 bulan, tingkat kepuasan publik terhadap Jokowi terus menurun signifikan. [yud]

Tinggalkan Komentar