Rabu, 30 November 2022
06 Jumadil Awwal 1444

PDIP Gelar Operasi Gelap Menangkan Puan, Andi Arief Klarifikasi Ucapannya

Senin, 26 Sep 2022 - 22:15 WIB
KPK Panggil Andi Arief Terkait Kasus Korupsi Bupati Panejam Paser Utara
Andi Arief. Foto: Istimewa

Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Partai Demokrat, Andi Arief, menjadi buah bibir lagi. Andi membeberkan adanya operasi gelap yang dilakukan PDIP menyukseskan Puan Maharani memenangi kontestasi Pilpres 2024 yakni, memenjarakan sejumlah pihak yang potensi menjadi batu sandungan. Pernyataan tersebut disampaikan dalam format wawancara dan rekaman videonya beredar sejak Minggu (25/9/2022). Namun Andi Arief memilih untuk mengklarifikasi ucapannya.

Andi menyebutkan apabila PDIP ngotot untuk memenangkan Puan maka cara yang bakal ditempuh menangkapi figur-figur potensial yang bisa membenamkan putri Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri itu. Figur yang dimaksud yakni Anies Baswedan dan ketum parpol yang bergabung dalam Koalisi Indonesia Bersatu (KIB). “Hanya satu yang bisa membuat Puan Maharani menang, semua ditangkapin aja,” ujarnya dalam video tersebut.

Baca juga
Pengacara Lukas Enembe Datangi KPK, Minta Penundaan Pemeriksaan

Dia meyakini Presiden Jokowi turut bermain dalam operasi gelap itu, lantaran menghendaki Pilpres 2024 diikuti oleh dua paslon saja. Informasi itu turut didengar pula oleh Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Menurut Andi, semua parpol tidak takut apabila PDIP nantinya mengusung Puan sebagai capres. Namun situasi bisa berbalik jika skenario menekan lawan politik lewat tangan hukum digelar.  “Kalau sekarang misalkan yang disiapkan Puan Maharani, lha kan semua orang berani melawan Puan Maharani. Tetapi kalau ditangkap-tangkapin, pimpinan partainya diancam, ya itu yang tidak boleh,” tuturnya.

Belakangan, Andi Arief mengklarifikasi pernyataannya yang kontroversial itu. Melalui laman @Andiarief, eks politisi PRD menyatakan rekaman video yang beredar tidak lengkap. Ada beberapa bagian yang dipotong dan bisa membuat salah paham. “Sehubungan dengan beredarnya video wawancara saya, mohon untuk tidak dikutip,” cuitnya.

Baca juga
Masih Pandemi, Kemenag Kembali Atur Tata Cara Ibadah Ramadan dan Idul Fitri 1443 H

Ketua DPP PDIP, Hendrawan Supratikno menolak memberi tanggapan ketika dimintai tanggapannya atas tudingan serius itu. “Saya baru mendarat di Madrid,” ujarnya. “Habis mendarat. Letih.”

Sementara politisi PDIP Henry Yosodiningrat menilai pernyataan Andi tidak berdasarkan data kuat. Dia malah balik menuding Andi Arief sedang berhalusinasi ketika menyampaikan pernyataannya itu. “Ngapain menanggapi omongan orang yang tanpa data, Jangan-jangan dia sedang berhalusinasi,” ujar Henry.

Tinggalkan Komentar