Rabu, 30 November 2022
06 Jumadil Awwal 1444

PDIP Kebingungan, Tunggu Anies Umumkan Cawapres

Sabtu, 19 Nov 2022 - 16:25 WIB
Jokowi PDIp Megawati At Taufiq- inilah.com
Presiden RI sekaligus kader PDIP, Joko Widodo saat bersama Ketua Umum PDIP Megawato Soekarnoputri. (Foto: YouTube Sekretariat Presiden)

Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dinilai tengah kebingungan dalam menentukan calon presiden (capres). Menurut pengamat politik Pangi Syarwi Chaniago, kebingungan itu mencuat lantaran Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dan Presiden Joko Widodo (Jokowi) masih belum mendapatkan sosok yang bisa diandalkan berkompetisi di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.

“Kalau 2019 dan 2014 sandal jepit pun jadi, kata orang. Karena jauh menonjol capresnya. Untuk kali ini, jauh berbeda pilpresnya,” kata Pangi dalam keterangan dikutip Sabtu (19/11/2022).

Dia menjelaskan, langkah yang bisa dilakukan PDIP sejauh ini sebatas menunggu gerak politik calon dari partai lain lain. Dalam hal ini, ujar Pangi, terkait gerak capres Partai NasDem, Anies Baswedan dalam menentukan sosok cawapres.

Baca juga
Kecaman Prajurit Angkatan Darat Bikin Effendi Simbolon Ciut Nyali

“Yang ditunggu PDIP sebetulnya adalah siapa pasangannya Anies. Dari situlah nanti Pak Jokowi dan Bu Mega akan berpikir untuk menyiapkan lawan tanding yang sebanding melawan Anies,” sambung Pangi.

Krusial

Ia memandang, sosok cawapres memang krusial. Sebab, Pangi menyebut, sosok pendamping ini akan berperan sebagai penambah suara dalam pilpres. Terlebih, potensi kemenangan capres yang muncul saat ini hampir sama besarnya. Oleh karena, faktor penentunya akan berada pada sosok cawapres.

“Itulah mengapa sampai hari ini Demokrat itu terkesan agak mengundur pengumuman cawapres. NasDem juga seperti itu,” katanya menambahkan.

Dia memaparkan, cawapres harus memiliki elektoral yang tinggi. Temuan Voxpol Center Research and Consulting, bakal cawapres yang memiliki elektoral tinggi ialah Sandiaga Uno, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Khofifah Indar Parawansa, dan Ridwan Kamil.

Baca juga
Bappenas: Kebijakan Anies Soal UMP, Bisa Menaikkan Daya Beli Masyarakat

Selain itu, kata Pangi, cawapre juga harus memiliki modal logistik untuk membantu pembiayaan pencalonan.

“Tidak bisa ini orang miskin jadi cawapres. Apalagi biaya untuk saksi saja itu dibebankan pada capres,” ujar Pangi.

Kemudian, dia juga menilai cawapres yang membawa suara partai penting. Ia mencontohkan sosok cawapres seperti AHY yang akan membawa suara Partai Demokrat.

“Kalau beliau (AHY) punya logistik, bisa bawa partai, dan bisa bawa elektabilitas, Ini kemudian siapa yang berpotensi bisa sebanding melawan Anies-AHY,” kata Pangi.

 

Tinggalkan Komentar