Minggu, 03 Juli 2022
04 Dzul Hijjah 1443

PDIP: Maksud Jokowi Sederhana, Pemilu Masih Jauh

Senin, 23 Mei 2022 - 11:30 WIB
Jokowi Menghadiri Rakernas Projo - inilah.com
Jokowi Menghadiri Rakernas Projo

PDIP ikut menjelaskan pernyataan Jokowi yang meminta relawan Projo “ojo kesusu” atau tidak terburu-buru memberi dukungan capres sewaktu membuka Rakernas Projo, akhir pekan lalu. Pernyataan Jokowi tersebut dianggap bukan kode dukungan presiden maupun relawan terhadap kandidat tertentu tetapi secara sederhana mengingatkan bahwa pemilu masih jauh dan ada yang lebih penting untuk diprioritaskan.

Politisi PDIP Andreas Hugo Pareira menyebutkan, pernyataan Jokowi merupakan sikap partai yang menekankan para pihak bahwa ada mekanisme sebelum menentukan dukungan pencapresan. Dia menilai pernyataan itu harus disampaikan karena sebagian relawan dianggap tidak sabar.

“Maksud ‘ojo kesusu’ ini untuk meredam semangat relawan yang sepertinya tidak sabar,” kata Andreas, kepada wartawan, Minggu (22/5/2022).

Dia menilai pernyataan ini penting disampaikan karena keputusan untuk menentukan pasangan capres-cawapres merupakan domain parpol. “Jokowi tahu bahwa soal keputusan capres itu adalah wilayah partai, dan memang secara konstitusi partailah yang mengusung capres-cawapres,” ujar anggota DPR ini.

Jokowi menyampaikan pernyataan tersebut di hadapan relawan Projo dalam rakernas yang digelar di Magelang, Jateng, dan turut dihadiri Gubernur Ganjar Pranowo. Kehadiran Ganjar dalam kegiatan itu dianggap simbol dukungan Jokowi dan relawan.

Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto, menepis asumsi itu, apalagi membenturkan Jokowi dengan Ketum PDIP Megawati. Menurutnya, pernyataan Jokowi yang menyebutkan, “Jangan tergesa, meskipun yang kita dukung ada di sini,” bukanlah kode politik. Alasannya, Jokowi menekankan adanya tugas-tugas penting yang harus dilakukan sekarang ini dibanding membahas pilpres.

“Saat ini fokus utama adalah berpacu mengatasi dampak pandemi dan ketidakpastian global. Hal inilah yang ditegaskan Presiden Jokowi sebagai kepentingan nasional yang harus didahulukan,” tutur Hasto.

Pengamat politik Yunarto Wijaya menilai ada dua makna yang bisa ditangkap dari pernyataan Jokowi itu, yakni tidak ingin sisa jabatannya terganggu karena gaduh politik dan meminta relawan menunggu keputusannya terkait pilpres.

“Diartikan dua hal, presiden tidak ingin stabilitas politiknya terganggu. Kedua, kalau jagoan kita akan maju, ikuti cara saya dan jangan tergesa-gesa,” ujar Toto.

Tinggalkan Komentar