PDIP Minta Etika Anies Diperbaiki Dulu Sebelum Jadi Capres

PDIP Minta Etika Anies Diperbaiki Dulu Sebelum Jadi Capres - inilah.com

PDI Perjuangan DKI Jakarta menyoroti munculnya dukungan ke Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk maju sebagai calon presiden (capres) 2024. Sebab PDIP kinerja Anies di Jakarta masih jauh dari harapan.

“Janji di provinsi saja tidak dipenuhi, lalu mau urus nasional. Rapat DPRD saja tidak mau hadir padahal secara demokrasi itu rakyat, lalu mau melangkah ke nasional. Etika politiknya diperbaiki dulu,” ujar anggota DPRD DKI Jakarta dari fraksi PDIP, Gilbert Simanjuntak, di Jakarta, Selasa (19/10/2021).

Dia menilai banyaknya dukungan masyarakat khususnya dari para relawan tidak mencerminkan jika Anies bisa didukung oleh warga Indonesia untuk menjadi Presiden 2024. Untuk itu, Gilbert meminta kepada Anies untuk tetap fokus merealisasikan tugasnya di Jakarta daripada berfikir maju sebagai capres.

Baca juga  Jejak Kasus Napoleon Bonaparte, Terduga Pelaku Penganiayaan M.Kace

“Makin banyak relawan tidak berarti makin banyak dukungan. Realitanya nanti sewaktu pemilihan. Politik bukan soal relawan, tapi siapa yang dikehendaki rakyat,” katanya.

Sebelumnya, beberapa waktu ini muncul dukungan-dukungan dari kelompok yang menamakan diri pendukung Anies Baswedan untuk maju menjadi capres 2024. Selain itu, nama Anies juga berdasarkan hasil survei Litbang Kompas kemarin berada di posisi ketiga dengan elektabilitas 9,6 persen, setelah nama Prabowo Subianto dan Ganjar Pranowo yang sama-sama memperoleh elektabilitas 13,9 persen.

Kejadian yang sama juga pernah terjadi menjelang Pilpres 2014. Saat itu Joko Widodo (Jokowi) yang saat itu menjabat sebagai Gubernur DKI juga banyak mendapatkan dukungan dari kelompok masyarakat yang menamakan diri mereka sebagai relawan Jokowi.

Baca juga  Erick Thohir: Pasar Indonesia jangan jadi Pertumbuhan Ekonomi Bangsa Lain

Padahal saat itu, Jokowi bersama pasangannya Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) baru dua tahun terpilih menjadi kepala daerah setelah mengalahkan pasangan Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli di putaran kedua Pilkada DKI Jakarta 2012.

Saat itu, banyak pihak juga mengingatkan Jokowi untuk fokus menjalankan tugasnya sebagai Gubernur karena masih banyak janji-janji politiknya yang belum terealisasi. Namun, kenyataannya Jokowi tetap maju di Pilpres 2014 berpasangan dengan Jusuf Kalla (JK).

Tinggalkan Komentar