Rabu, 01 Februari 2023
10 Rajab 1444

PDIP Tak Dapat Untung Jika Usung Ganjar di 2024

Selasa, 11 Okt 2022 - 17:46 WIB
Ganjar Megawati capres pdip - inilah.com
Gubernur Jawa Tengah sekaligus kader PDIP Ganjar Pranowo. (Foto: Antara).

PDIP disebut tidak akan mendapat keuntungan apabila mengusung Ganjar Pranowo dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024. Sebab, partai dengan ketua umum Megawati Soekarnoputri itu dinilai akan memunculkan Puan Maharani sebagai calon presiden (capres).

“Sebenarnya Puan. Ganjar itu bukan skenarionya PDIP sebenarnya begitu. Ya karena bagi PDIP juga apa keuntungan mendukung Ganjar,” kata Pengamat Politik dari Universitas Al Azhar Indonesia Ujang Komarudin kepada inilah.com, Selasa (11/10/2022).

Pernyataan Ujang merespons hasil survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA yang memunculkan Ganjar Pranowo-Airlangga Hartarto sebagai capres dan calon wakil presiden (cawapres) terpopuler.

Ujang menjelaskan, langkah PDIP mengusung Puan Maharani tak lepas dari upaya menjaga tampuk kepemimpinan partai tersebut. Sebab, calon yang diusung PDIP bisa saja meraih kesuksesan dalam pilpres, namun Megawati tidak selamanya menjadi ketua umum.

Baca juga
Dipanggil PDIP Buntut Siap Nyapres, Pengamat: Ganjar Harus Tunduk Aturan Partai

“Nanti setelah Megawati sudah tidak menjabat sebagi ketua umum lagi, kalau presidennya orang lain ya PDIP bisa diambil alih oleh orang lain. Karena itu lebih baik dukung Puan, kalah ya kalah. Menang ya menang kan begitu. Mungkin skenario PDIP seperti itu,” ujar Ujang memaparkan.

Megawati, lanjut Ujang, bisa memilih Puan sebagai capres PDI bukan berdasarkan rasionalitas, melainkan emosionalitas. Meski, elektabilitas Puan Maharani sejauh ini masih terbilang rendah.

Kendati begitu, kata Ujang menyebut, politik bersifat dinamis dan dapat berubah kapan pun. Artinya,tidak menutup kemungkinan PDIP akan mempertimbangkan segala pilihan yang ada.

Baca juga
Kesal Kedatangannya Tak Disambut Gubernur, Puan Singgung Ganjar?

“PDIP juga tentu masih jauh memutuskannya, katanya Juni 2023 baru memutuskan siapa capresnya. Kita tunggu saja perkembangan dan dinamika politik yang ada,” kata Ujang.

Tinggalkan Komentar