Rabu, 10 Agustus 2022
12 Muharram 1444

Pebalap Tidak Sportif di Seri Penutup Abu Dhabi Bisa Kena Sanksi Keras

Jumat, 10 Des 2021 - 08:33 WIB
Tidak Sportif inilah.com
(foto: formula1.com)

Para pebalap Formula 1 bisa dijatuhi sanksi skors atau kehilangan seluruh poin mereka apabila kedapatan membalap dengan cara yang tidak sportif di seri penutup Abu Dhabi, demikian race director Michael Masi memperingatkan.

Pebalap Mercedes Lewis Hamilton dan rival utamanya dari tim Red Bull Max Verstappen menuju balapan malam di Sirkuit Yas Marina akhir pekan ini dengan poin sama, namun pebalap Belanda itu unggul sembilan kemenangan dibanding delapan yang diraih Hamilton musim ini.

Apabila keduanya gagal meraih poin di sana maka Verstappen yang akan keluar sebagai juara dunia.

Kedua pebalap telah bersenggolan di trek sedikitnya tiga kali musim ini, termasuk dalam balapan sebelumnya di Arab Saudi sehingga timbul kekhawatiran balapan akhir pekan nanti berujung dengan tabrakan lagi.

Akan tetapi, Masi dengan tegas memperingatkan bahwa skenario semacam itu bisa berakibat konsekuensi yang berat sehingga menandaskan kode olahraga internasional terkait tindakan tidak sportif.

Baca juga
Pemprov DKI Pastikan Sanksi Tegas bagi Karaoke Langgar Prokes

“Khususnya saya ingin mengingatkan Anda untuk mematuhi artikel yang dirinci di bawah ini,” kata Masi dalam pernyataan tertulis seperti dikutip Reuters.

Dia menunjuk Artikel 12.2.1I yang mengatur ‘setiap perlanggaran dari prinsip keadilan dalam kompetisi, perilaku tidak sportif atau upaya mempengaruhi hasil dari suatu kompetisi dengan cara yang bertentangan dengan etika olahraga’.

Masi juga mengutip Artikel 12.4.5 yang mengatur penalti yang bisa dijatuhkan steward termasuk ‘penangguhan untuk satu kompetisi atau lebih, penarikan poin untuk kejuaraan’.

“Saya rasa wajar mereka melakukan itu. Semoga hal tersebut (insiden tabrakan) tidak perlu terjadi dan kita menjalani balapan yang hebat dan kita melangkah ke depan,” kata Hamilton yang duduk di samping Verstappen saat jumpa pers pralomba di Abu Dhabi, Kamis (9/12/2021).

Baca juga
DK PBB Akan Bahas Peluncuran Rudal Korea Utara

Gelar juara dunia F1 pernah diperebutkan lewat tabrakan di masa lalu, paling terkenal adalah insiden antara Alain Prost dan Ayrton Senna pada 1989 dan 1990, serta antara Michael Schumacher dan Damon Hill pada 1994.

​​​​​Schumacher dan Villeneuve juga bertabrakan dalam balapan penutup musim 1997 ketika bertarung untuk pimpinan lomba yang mengakibatkan sang pebalap Jerman didiskualifikasi dari musim itu secara keseluruhan karena pelanggarannya.

Sebagai juara dunia 1996, Hill kepada Sky Sports mengatakan setelah balapan di Jeddah bahwa gaya membalap Verstappen mengingatkannya dengan Schumacher yang memiliki pendekatan tak kenal kompromi.

Meski dia tidak menyebut Verstappen bakal melakukan trik kotor, perilaku pebalap Belanda itu di trek telah menarik perhatian.

Baca juga
Perpanjang Kontrak, Verstappen Terus Bersama Red Bull hingga 2028

Steward sepenuhnya menyalahkan taktik defensif Verstappen yang menyebabkan tabrakan dengan Hamilton di Jeddah dan mengganjarnya dengan dua penalti yang merupakan penambahan total 15 detik.

Verstappen menyatakan tak perlu diingatkan soal kode etik olahraga.

“Saya tahu apa itu kode olahraga. Saya rasa mereka bisa menggunakannya di setiap akhir pekan balapan, tidak ada hal baru yang ditambah akhir pekan ini,” ujar Verstappen.

Tinggalkan Komentar