Pegawai Lion Air Diduga Terpapar Omicron Meninggal Dunia

Pegawai Lion Air Diduga Terpapar Omicron Meninggal Dunia

Pegawai Lion Air yang diduga terpapar Omicron meninggal dunia. Satgas Penanganan COVID-19 Kabupaten Tangerang  mengatakan walau sebelumnya diduga terpapar Omicron, namun saat meninggal korban dipastikan terpapar varian Delta. Pekerja di bidang administrasi dalam lingkungan Bandara Soekarno Hatta ini, sebelumnya sempat menjalani perawatan di RSUD Balaraja selama 5 hari.

“Dirawat lima hari di RSUD Balaraja dan disangkakan sebagai suspect Omicron. Tetapi ternyata varian Delta,” ungkap Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Kabupaten Tangerang, Hendra Tarmizi, Kamis (13/1/2022).

Hendra menduga korban terpapar dari orang yang melakukan perjalanan dari luar negeri. Di samping itu terdapat 12 kasus aktif dan seluruhnya adalah warga Kabupaten Tangerang, terkonfirmasi terpapar varian Delta. Lalu satu orang lainnya suspect Omicron dan sedang menjalani perawatan medis di Rumah Sakit Siloam Kelapa Dua.

Baca juga  Huntara Pengungsi Semeru Bisa Ditempati Sebelum Lebaran

“Bila terpapar Omicron memang penularannya cepat, tetapi tidak mematikan seperti varian Delta. Pegawai Lion Air ini sepertinya terpapar varian Delta,” ucap Hendra.

Seperti berita sebelummnya, Pemerintah Kota Tangerang mengungkap dua warganya terpapar COVID-19. Satu orang wanita bekerja sebagai Aviation Security (Avsec) Bandara Soekarno Hatta dan satu lagi pria Admin maskapai.

8 Perkembangan Terbaru Omicron

Sementara itu Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Tjandra Yoga Aditama kepada Inilah.com, mengungkapkan ada 8 perkembangan terbaru Omicron.

1. Menurut The United Kingdom Health Security Agency, perkembangan terbaru Omicron saat ini adalah orang yang terinfeksi punya risiko 50 persen lebih rendah untuk masuk rumah sakit daripada terinfeksi varian Delta.

Baca juga  Sandiaga Uno Resmi Buka Eksibisi eSports PON XX 2021

2. Kemudian, risiko masuk rumah sakit akibat dari terpapar varian Omicron turun 65 persen pada mereka yang sudah mendapatkan vaksin dua kali. Kemudian turun turun 81 persen pada yang sudah mendapatkan vaskin 3 kali. daripada mereka yang tidak mendapatkan vaksin.

3. Tjandra Yoga Aditama juga menjelaskan, menurut penelitian dari Skotlandia, menunjukkan penurunan angka masuk rumah sakit pada varian Omicron daripadaDelta.

4. Kemungkinan infeksi ulang pada Omicron adalah 10 kali lebih tinggi daripada mereka yang terinfeksi varian Delta.

5. Mereka yang sudah mendapatkan vaksinasi dosis ke tiga atau booster, punya risiko 57 persen lebih rendah untuk menunjukkan gejala-gejala sesudah terinfeksi Omicron.

Baca juga  Murka Anggaran Dipotong, MPR Desak Jokowi Lengserkan Sri Mulyani

6. Penelitian dari Kanada yang mengkonfirmasi rendahnya angka masuk rumah sakit 0.3 persen dan juga angka fatalitas kurang 0,1 persen pada varian Omicron.

7. Publikasi Center For Disease Control (CDC) Amerika Serikat 31 Desember 2021. Yakni menunjukkan median antara paparan varian Omicron dan timbulnya gejala adalah 3 hari.

8. Pendeknya masa inkubasi Omicron ini juga sejalan dengan analisa UK Health Security Agency di Inggris.

“Data sebelumnya menunjukkan bahwa masa inkubasi varian Alfa adalah 5 hari dan varian Delta 4 hari, jadi masa inkubasi Omicron memang lebih cepat,” jelasnya.

Tinggalkan Komentar