Senin, 08 Agustus 2022
10 Muharram 1444

Pejabat Negara yang Karantina Mandiri Tetap Wajib Lapor Satgas

Rabu, 15 Des 2021 - 21:06 WIB
Penulis : Ajat M Fajar
Wiku Adisasmito Meminta - inilah.com
Wiku Adisasmito Meminta

Juru Bicara Nasional Satgas Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito mengatakan pihaknya juga tetap melakukan pengawasan terhadap pejabat negara yang melakukan karantina mandiri.

Sebab meski mereka mendapatkan dispensasi soal karantina setelah menjalankan tugas di luar negeri, namun proses karenatina itu tetap diawasi.

“Kami memberikan sejumlah syarat yang ketat seperti kewajiban pelaporan hasil RT-PCR pada hari ke-9 karantina dan memastikan pengawasan tetap dilakukan hingga masa akhir karantina,” kata Wiku dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Rabu (15/12/2021).

Karena itu, kata Wiku, setiap pelanggar ketentuan karantina mandiri akan ditindak tegas. Misalnya, dengan mengembalikan lagi ke tempat karantina terpusat.

Baca juga
Foto: Istiqlal Kembali Gelar Buka Puasa Bersama

“Bila masih tidak kooperatif, berlaku sanksi sebagaimana diatur dalam Pasal 14 UU Wabah Penyakit Menular dan Pasal 93 UU Kekarantinaan Kesehatan,” ujarnya.

Wiku menilai bahwa penanganan serta pengendalian COVID-19 di Indonesia terus mengalami perbaikan dan konsisten berada di tingkat penularan rendah lebih selama 150 hari terakhir.

Menurut dia hal itu tidak lepas dari pemutakhiran dan relaksasi kebijakan yang terus dilakukan untuk mendapatkan upaya terbaik dalam melindungi segenap elemen masyarakat dari paparan SARS-CoV-2 yang secara alamiah bergerak dinamis.

“Karantina COVID-19 merupakan upaya memisahkan seseorang yang memiliki riwayat kontak dengan kasus positif atau riwayat bepergian ke wilayah yang telah terjadi transmisi komunitas dengan prosedur khusus. Karena itu, kebijakan ini adalah kunci pencegahan importasi kasus yang harus dipatuhi bersama oleh seluruh lapisan masyarakat dengan penuh kedisiplinan,” ujar Wiku.

Baca juga
Kemenkes: Swab PCR Negatif belum Tentu Bebas COVID-19, Wajib Isoman 5 Hari!

Implementasi kebijakan berlapis yang baik dengan karantina dan testing, menurut Wiku berperan penting dalam mengendalikan kondisi COVID-19 di Indonesia.

“Terbukti dengan rendahnya penambahan kasus dan belum masuknya varian Omicron,” ucapnya.

Prinsipnya, kata Wiku, kebijakan akan efektif jika implementasi di lapangan juga baik, dan sangat bergantung dengan kepatuhan setiap individu yang dapat menjadi teladan orang-orang sekitarnya.

Karena itu, saat ini pemerintah terus memperbaiki organisasi dan manajemen satgas pelaku perjalanan internasional.

“Sejatinya, setiap individu warga negara Indonesia ikut bertanggung jawab dengan kondisi kasus COVID-19 di Indonesia. Terlebih, individu yang karena situasi dan kondisinya diizinkan melakukan karantina mandiri. Jadilah contoh yang baik untuk sesama warga Indonesia,” tegas Wiku.

Tinggalkan Komentar