Senin, 15 Agustus 2022
17 Muharram 1444

Pelaku Money Game Pura-pura Sakit Jiwa

Kamis, 16 Des 2021 - 18:18 WIB
Penulis : Ajat M Fajar
Pelaku Money Game Pura-pura Sakit Jiwa

Polda Nusa Tenggara Barat (NTB) mengatakan pelaku money game pura-pura sakit jiwa. Ini terungkap dalam penyelidikan kasus penggelapan uang di Bank NTB.

“Ternyata dia (PS) hanya pura-pura, tidak sakit jiwa atau sakit apa pun,” kata Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda NTB Komisaris Besar Polisi I Gusti Putu Gede Ekawana di Mataram, Kamis (16/12/2021).

Dia mengatakan kebohongan pelaku money game pura-pura sakit jiwa terungkap setelah kepolisian melakukan pemeriksaan kesehatan.

Modus yang dilakukan mantan peyelia pelayanan non-tunai dengan menunjukkan gelagat sakit jiwa diduga hanya untuk mengelabui pemeriksaan penyidik.

Penyidik akan mengagendakan pemeriksaan lanjutan setelah hasil pemeriksaan kesehatan tersangka PS dikeluarkan pihak RS Bhayangkara Mataram.

Baca juga
Jelang World Superbike, Polda NTB Percepat Sebaran Vaksinasi di Kawasan Wisata

“Kami panggil lagi nanti untuk diperiksa, sudah diagendakan,” ujarnya.

Pelaku Money Game Bank NTB

Ekawana memastikan pemeriksaan tersangka menyusul penanganan kasus ini telah merampungkan alat bukti yang menguatkan peran PS sebagai tersangka, baik dari keterangan saksi maupun adanya kerugian negara hasil audit independen senilai Rp11,9 miliar.

“Kalau pun yang bersangkutan kembali beralasan sakit, kami sudah libatkan dokter ahli dan psikolog,” kata Ekawan.

Dari penelusuran penyidik, uang negara tersebut diduga hanya dinikmati oleh PS. Belum ada dugaan aliran uang yang mengarah ke pihak lain.

Modus PS meraup keuntungan demikian dengan sistem layaknya “gali lobang, tutup lobang”. Setiap ada komplain nasabah terkait kekurangan nominal tabungan, PS menutupinya dengan mengambil dari rekening nasabah lain.

Baca juga
Kapolda NTB Kirim Naskah Akademik Pembentukan Polres Mandalika

Modus demikian diduga terjadi sejak tahun 2012. Karena saling tutup, modus ini tidak terdeteksi Sistem Pengendali Internal (SPI). Modus-nya terungkap periode 2019-2020, setelah PS angkat kaki dari jabatannya sebagai penyelia pelayanan non-tunai.

Penyidikan kasus dugaan “money game” pada Bank NTB Syariah ini berawal dari adanya laporan. Dari penyidikan, kerugian muncul dari dana transaksi 440 nasabah Bank NTB Syariah. Ada dugaan peran oknum orang dalam yang sengaja melakukan manipulasi transaksi ratusan rekening nasabah.

Tinggalkan Komentar