Jumat, 27 Mei 2022
26 Syawal 1443

Pelaku Pasar Tunggu ‘Kejutan’ The Fed, IHSG Diprediksi Datar

Pelaku Pasar Tunggu 'Kejutan' The Fed, IHSG Diprediksi Datar
Pelaku pasar menunggu penguman The Fed, IHSG adem ayem.

Memasuki awal pekan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), diproyeksikan bergerak datar, seiring fokus pelaku pasar menunggu hasil rapat rapat The Fed. Bisa jadi ada kejutan.

Dalam sesi pembukaan, IHSG menguat 26,6 poin atau 0,38 persen ke posisi 6.949,21. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 naik 6,08 poin atau 0,61 persen ke posisi 1.003,77. “Pergerakan pada pekan ini cenderung bergerak sideways merespons kekhawatiran akan inflasi yang di bawah estimasi dan masih tingginya kekhawatiran di pasar global. IHSG berpeluang bergerak di kisaran 6.865-6.960,” tulis Tim Riset Lotus Sekuritas di Jakarta, Senin (14/3/2022).

Sentimen yang dapat mempengaruhi pergerakan IHSG pekan ini adalah rilis data neraca perdagangan Indonesia untuk Februari 2022. Bursa saham AS ditutup melemah pada perdagangan akhir pekan lalu, dimotori saham-saham teknologi yang dilanda ‘galau’ menyikapi konflik Rusia dan Ukraina.

Baca juga
Inilah Saham-saham Pilihan Kamis, 3 Februari 2022

Saham Meta Platforms turun 3,9 persen karena Rusia membuka kasus pidana terhadap induk Facebook setelah jaringan sosial media tersebut mengubah aturan ujaran kebencian untuk memungkinkan pengguna menyerukan ‘mati bagi penjajah Rusia’ dalam konteks perang dengan Ukraina.

Pertumbuhan saham juga berada di bawah tekanan seiring imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun mendekati level 2 persen. Fokus pelaku pasar saat ini tertuju pada pertemuan The Fed pada 15-16 Maret 2022 yang diperkirakan akan menaikkan suku bunga.

Dari data, sentimen konsumen AS pada awal Maret turun lebih dalam dari perkiraan merespons kenaikan harga bensin melonjak ke rekor tertinggi. Di Eropa, pelaku pasar merespon positif sinyal dari Presiden Rusia Vladimir Putin mengenai perubahan positif dalam perundingan dengan Ukraina.

Baca juga
Sebentar Lagi Pensiun, Mardani H Maming Siapkan Adiknya Jadi Ketum Hipmi

Pelaku pasar di Eropa juga mengamati lonjakan inflasi global serta kejutan hawkish dari bank sentral Eropa (ECB).
ECB mengumumkan bahwa mereka akan mengakhiri program pembelian obligasi pada kuartal III 2022 jika data ekonomi membaik, sinyal itu lebih cepat dari perkiraan.

Berdasarkan data, ekonomi Inggris rebound lebih kuat dari perkiraan pada periode Januari setelah akhir 2021 melambat yang disebabkan oleh COVID-19. PDB Inggris tumbuh 0,8 persen (mom) setelah penurunan 0,2 persen pada Desember, jauh melampaui ekspektasi sebesar 0,2 persen. Sementara, inflasi Jerman meningkat pada Februari, dengan harga konsumen yang diselaraskan naik 5,5 persen (yoy).

Baca juga
Harga Emas Terkuras US$22,8 per Troy Ounce Respons Komentar Gubernur The Fed

Goldman Sachs menurunkan perkiraan pertumbuhan ekonomi Eropa pada 2022 menjadi 2,5 persen, sebelumnya 3,9 persen. Penurunan ini mencermati risiko eskalasi lebih lanjut dari konflik Rusia-Ukraina. Sedangkan bursa saham regional Asia, antara lain Indeks Nikkei menguat 253,66 poin atau 1,01 persen ke 25.416,44, Indeks Hang Seng turun 463,44 poin atau 2,25 persen ke 20.090,35, dan Straits Times terkoreksi 2,72 poin atau 0,08 persen ke 3.246,94.

Tinggalkan Komentar