Sabtu, 28 Januari 2023
06 Rajab 1444

Pelaku Teror Cerdik Cari Celah, Kepala BNPT: Istilah Kecolongan Tidak Pas

Rabu, 07 Des 2022 - 18:41 WIB
Img 20220426 Wa0048 - inilah.com
Kepala BNPT Komjen Pol. Boy Rafli Amar (kedua dari kiri) meninjau Sirkuit Formula E di Ancol, Jakarta Utara, Selasa (26/4/2022). Foto: Antara/HO-BNPT

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Pol Boy Rafli Amar menolak disebut bahwa instansi yang ia pimpin kecolongan, karena terjadi peristiwa bom bunuh diri di Polsek Astanya Anyar Bandung.

Ia menilai istilah kecolongan kurang pas digunakan untuk menanggapi peristiwa teror. “Istilah kecolongan itu tidak pas ya, jadi kalau peristiwa seperti itu bukan kecolongan. Kalau peristiwa kecolongan itu mengambil barang milik orang lain sebagian, atau seluruhnya tanpa izin ya. Itu artinya nyolong,” terang Boy Rafli di Jakarta, Rabu (7/12/2022).

Boy menjelaskan, pelaku teror selalu berusaha menjalankan aksi secara rapih, senantiasa melakukan pengamatan mendalam sebelum mengeksekusi rencananya.

“Jadi dia cari celah-celah kapan, jamnya. Jadi dia bisa jadi, ketika semua kita sedang tertidur, kita tidak ada ditempat, tapi dilihat ada simbol-simbol yang layak untuk diserang, dilakukan itu,” lanjutnya.

Baca juga
Bom Bunuh Diri di Astana Anyar Tewaskan Satu Polisi, 8 Lainnya Masih Dirawat

Mantan Kadiv Humas Polri ini mengaku pihaknya akan terus berkoordinasi dengan aparat di lapangan guna menganalisis dampak dari peristiwa, sekaligus mencari masukan untuk langkah-langkah pencegahan.

“Koordinasi ini terus dijalankan dan petugas kami ada di sana, di Bandung di bawah deputi, dua bidang penegakan hukum ada di sana saat ini. Jadi dampak dari peristiwa ini kami yakin perlu waspada lanjut, karena apa, karena tentu kita tidak ingin (peristiwa ini terjadi) ada (di) tempat lain,” papar Boy.

Lebih lanjut ia menjabarkan, memang pelaku teror bom bunuh diri ini bergerak seorang diri, namun Boy yakin suatu aksi teror tidak bisa bergerak sendiri, pasti ada pihak lain yang turut membantu. “Sementara iya, itu sementara iya lone wolf, tapi penyelidikannya adalah siapa yang membantu dia, gitu,” pungkasnya.

Baca juga
Teror Jelang Nataru Bikin Resah, Masyarakat Diminta Tenang

Sebelumnya, anggota Komisi III DPR RI Santoso menegaskan bahwa adanya peristiwa bom bunuh diri tersebut mengindikasikan Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT) kecolongan.

Lebih lanjut, Santoso meminta program deradikalisasi yang dilakukan oleh BNPT tidak hanya berorientasi pada penyerapan anggaran. “Peristiwa bom bunuh diri ini BNPT kecolongan. Semestinya aparat penegak hukum bertugas mengantisipasi,” kata Santoso, Rabu (7/11/2022).

Diketahui, sebuah ledakan bom terjadi di Markas Polsek Astanya Anyar, Kota Bandung, Jawa Barat, Rabu (7/12/2022) puku 08.45 WIB. Ledakan ini mengakibatkan pelaku yang meledakkan diri tewas mengenaskan.

Tinggalkan Komentar