5 Pemain yang Bela Barcelona dan Real Madrid, dari Idola Jadi Dicap Pengkhianat

Luis Figo merupakan salah satu pemain yang pindah dari Barcelona ke Real Madrid. (Foto: Barcelona dan Real Madrid)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Deretan pemain ini pernah berseragam Barcelona dan Real Madrid. Salah satunya jadi public enemy dan dicap pengkhianat!
Barcelona dan Real Madrid tak diragukan lagi menjadi salah satu rivalitas paling panas dalam sejarah sepak bola.
Keduanya merupakan tim terbesar dan tersukses di Spanyol, walaupun trofi Real Madrid di LaLiga dan Liga Champions masih lebih banyak.
Pertandingan kedua tim, yang disebut El Clasico, selalu ditunggu-tunggu. Menurut Transfermarkt, mereka sudah bertemu 261 kali di semua kompetisi.
Rekor pertemuannya pun cenderung sama kuat. Real Madrid mencatatkan106 kemenangan dan Barcelona 104 kali menang.
Tapi, bukan cuma menang-kalah dan adu gengsi yang bikin El Clasico panas. Ada juga pemain-pemain "berkhianat" yang bikin atmosfer semakin membara.
Siapa Saja Pemain yang Pernah Membela Barcelona dan Real Madrid?
1. Luis Figo
Luis Figo mungkin jadi patah hati terbesar Barcelona. Bagaimana tidak? Pemain asal Portugal ini menjalani lima tahun yang mengesankan di sana pada 1995-2000.
Figo meraih tujuh gelar bersama Barcelona yaitu dua LaLuga, UEFA Super Cup, UEFA Cup Winners’ Cup, dua Copa del Rey, dan Supercopa de Espana.
Tapi, secara mengejutkan Figo berpaling ke Real Madrid pada 2000 dengan biaya 60 juta euro yang menjadi rekor transfer dunia saat itu.
Kepindahan kontroversial itu membuat Figo jadi musuh publik Barcelona karena dianggap berkhianat.
Figo menjadi sasaran hinaan setiap kali bertanding di markas Barcelona yaitu Camp Nou.
Benda-benda dilemparkan ke arahnya ketika melakukan sepak pojok, mulai dari botol minuman keras, korek api, hingga kepala babi.
Seperti di Barcelona, Luis Figo juga bermain di Real Madrid selama lima tahun hingga 2005.
Ia mengoleksi tujuh trofi termasuk Liga Champions, dua LaLiga, dan FIFA Intercontinental Cup.
2. Ronaldo Nazario
Ronaldo mengalami situasi yang 180 derajat berbeda dari Luis Figo. Ia tetap dicintai, baik oleh penggemar Barcelona maupun Real Madrid.
Ronaldo cuma bermain satu musim di Barcelona pada 1996-1997 dengan catatan 47 gol dalam 49 pertandingan.
Puluhan golnya itu membantu Blaugrana, julukan Barcelona, meraih tiga gelar yaitu UEFA Cup Winners’ Cup, Copa del Rey, dan Supercopa de Espana.
Karena ada perselisihan kontrak pada akhir 1997, Ronaldo akhirnya pindah ke Inter Milan dan main di sana selama lima tahun.
Setelah itu, Ronaldo pindah ke Real Madrid pada 2002, menjadi salah satu bintang Los Galacticos bersama Luis Figo, Zinedine Zidane, hingga David Beckham.
Ronaldo mengoleksi tiga trofi bersama Real Madrid yaitu dua LaLiga dan FIFA Intercontinental Cup. Ia juga menang Ballon d’Or 2002.
3. Luis Enrique
Beda dengan Luis Figo dan Ronaldo, Luis Enrique pindah dari Real Madrid ke Barcelona dengan status bebas transfer pada 1996.
Namun, Luis Enrique tak langsung dipuja para penggemar Barcelona yang dijuluki Culers.
Butuh waktu panjang sampai ia menjadi pemain populer dan kapten tim yang disegani.
Bersama Barcelona, Luis Enrique memenangi tujuh gelar juara, di antaranya dua LaLiga, UEFA Super Cup, UEFA Cup Winners’ Cup, dua Copa del Rey, dan Supercopa de Espana.
Setelah pensiun pada 2004, Luis Enrique kembali ke Barcelona sebagai pelatih pada 2014.
Ia membantu Barcelona meraih treble winner usai juara LaLiga, Copa del Rey, dan Liga Champions.
Termasuk tiga gelar itu, Barcelona meraih sembilan trofi di bawah arahan Luis Enrique.
4. Samuel Eto’o
Samuel Eto’o menghabiskan lima tahun yang penuh kesuksesan di Barcelona dari 2004 sampai 2009.
Legenda sepak bola Kamerun ini meraih delapan gelar termasuk dua Liga Champions dan tiga kali juara LaLiga.
Tapi, karier profesional Eto’o sebenarnya dimulai bersama Real Madrid pada 1998. Sayangnya,ia gagal bersinar di tim ibu kota Spanyol itu.
Eto’o cuma bermain tujuh kali dan menghabiskan kebanyakan waktunya sebagai pemain pinjaman sebelum pindah ke Mallorca pada 2000.
5. Luis Milla
Mantan pelatih Timnas Indonesia dan Persib Bandung ini juga salah satu pemain yang pernah membela Barcelona dan Real Madrid.
Luis Milla yang merupakan lulusan akademi La Masia, main di tim utama Barcelona selama dua tahun dari 1988-1990 dan memenangi tiga piala.
Pada Juli 1990, Luis Milla pindah ke Real Madrid dan menjadi salah satu pemain krusial tim beralias Los Blancos itu.
Bersama Real Madrid, Luis Milla meraih empat juara yaitu dua LaLiga, UEFA Cup Winners’ Cup, dan Supercopa de Espana.
Selain kelima nama di atas, sosok lain yang pernah bermain untuk kedua klub adalah:
- Bernd Schuster: Barcelona (1980-1988), Real Madrid (1988-1990)
- Michael Laudrup: Barcelona (1989-1994), Real Madrid (1994-1996)
- Julen Lopetegui: Real Madrid (1988-1991), Barcelona (1994-1997)
- Miquel Soler: Barcelona (1988-1995), Real Madrid (1995-1996)
- Laszlo Kaszas: Barcelona (1957-1959), Real Madrid (1959-1960)
- Robert Prosinecki: Real Madrid (1991-1995), Barcelona (1995-1996)
- Dani Garcia: Real Madrid (1994-1998), Barcelona (1999-2003)
- Alfonso Perez: Real Madrid (1991-1995), Barcelona (2000-2002)
- Javier Saviola: Barcelona (2001-2007), Real Madrid (2007-2009)
- Albert Celades: Barcelona (1995-1999), Real Madrid (2000-2005)
.
.
Dapatkan Informasi Terupdate dan Paling Menarik Seputar Sepak Bola di Laman Google News Inilah.com.
Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.