Kamis, 19 Mei 2022
18 Syawal 1443

Pemasaran Digital Mendorong UMKM Naik Kelas di Masa Pademi

Founder and CEO Majoo Indonesia, Adi Wahyu Rahadi didampingi Cofounder and COO Majoo Indonesia Audia Rizal Harahap (Foto ist)- inilah.com
Founder and CEO Majoo Indonesia, Adi Wahyu Rahadi didampingi Cofounder and COO Majoo Indonesia Audia Rizal Harahap (Foto ist)

Ekonomi digital Indonesia berkembang pesat sejak awal pandemi, pemerintah juga mendorong sektor UMKM untuk memanfaatkan platform digital dalam memasarkan produknya. Strategi ini telah berhasil menaikkan lebih dari 8,4 juta UMKM yang saat ini memiliki platform atau pemasaran digital untuk menjual produknya.

Transformasi ekonomi digital merupakan salah satu fokus utama Presidensi G20 Indonesia tahun 2022 dengan memberikan perhatian serius pada pengembangan teknologi digital, terutama yang mempunyai kontribusi langsung kepada pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dan pengembangan sumber daya manusia (SDM).

“UMKM butuh solusi terjangkau dan mudah. Aplikasi majoo hadir sebagai solusi yang lengkap dan komprehensif dengan harga terjangkau bagi UMKM Indonesia. Aplikasi majoo juga sangat mudah digunakan, bisa dijalankan di Smartphone, Tablet, maupun desktop tergantung dengan ukuran usaha UMKM tersebut fitur majoo banyak fungsi, mulai dari kasir online, pencatatan inventory, pengelolaan karyawan termasuk pencatatan absensi, pencatatan komisi, hingga penggajian bisa diatur secara otomatis. Selain itu majoo juga dilengkapi dengan fitur accounting sehingga seluruh laporan keuangan tidak perlu di buat secara manual serta tidak memerlukan keahlian khusus, dibuat secara otomatis dan akan tersedia setiap akhir bulan,” kata Founder dan CEO majoo Indonesia, Adi Wahyu Rahadi dalam acara Media Gathering dan Silaturahmi dengan PT. Majoo Teknologi Indonesia, Rabu (16/3).

Baca juga
Dijamin Terantar dalam 15 Menit, Ini Aplikasi untuk Belanja Kebutuhan Harian

Majoo juga menghadirkan teknologi E-Commerce Omnichannel khusus untuk UMKM Indonesia dalam pengembagan pemasaran digital sebagai fitur penting pendukung penjualan dan perluasan market dengan menyediakan alat untuk membuat website dan toko online sendiri, serta terintegrasi ke semua marketplace terbesar di Indonesia seperti Grabfood, Tokopedia, Shopee, dan Bukalapak menjadikan majoo sebagai aplikasi wirausaha lengkap untuk kelola penjualan, pesanan, inventori dan laporan keuangan dari beragam jenis toko online dalam satu aplikasi.

Selain kelengkapan fitur dan produk, majoo menyediakan ekosistem digital terbuka melalui layanan majoo pay, majoo capital, majoo supplies, majoo digiads dalam aplikasi majoo. Layanan majoo memudahkan UMKM untuk bisa terkoneksi dengan layanan layanan digital lainnya guna dukung bisnis menjadi maju.

Baca juga
Akses 5G Korea Selatan Tercepat di Dunia, Indonesia Jauh Tertinggal

“Majoo Pay, mempermudah UMKM melakukan pembayaran digital melalui e-wallet, Qris, hingga paylater. Selanjutnya majoo capital, solusi pendanaan cepat dan mudah yang dapat dimanfaatkan UMKM dengan hanya melampirkan laporan pencatatan keuangan yang disediakan di aplikasi majoo sebagai salah satu syarat ajukan tambahan modal hingga Rp. 2 Milyar tanpa agunan dengan cicilan hingga 36 bulan. Kemudian, kemudahan lainnya, UMKM tidak perlu kerepotan lagi untuk belanja bahan baku, karena di majoo supplies, kami sediakan stoknya yang juga menyediakan pembayaran terms of payment (top) dan pelayanan pengantaran rutin. Sebagai pendukung lainnya, yang tidak kalah penting adalah kampanye digital yang sepatutnya UMKM Indonesia sudah bisa memanfaatkan area ini untuk melakukan promosi agar jangkau market lebih luas dengan majoo digiads,” jelas Adi.

Tinggalkan Komentar