Pembangunan Terowongan Kereta Cepat China Dihambat Tanah Liat

Pembangunan Terowongan Kereta Cepat China Dihambat Tanah Liat

Proyek pembangunan kereta cepat China Jakarta-Bandung kembali didera masalah. Pembangunan terowongan terkendala kondisi geologi (tanah liat).

Direktur Utama PT Kereta Cepat Indonesia Cina (KCIC), Dwiyana Slamet Riyadi, mengakui adanya kendala dalam pembangunan tunnel 2 atau terowongan yang bakal dilalui kereta China. “Ini lebih ke kondisi geologinya, karena masuk clay soil area (tanah liat),” kata Dwiyana di Cikarang, Jawa Barat, Rabu (29/12/2021).

Menurut dia, seluruh infrastruktur yang dibangun di proyek ini memang harus bisa menopang kecepatan kereta yang mencapai 350 kilometer per jam. Sehingga, sesuai aspek pembangunan harus dilakukan dengan cermat. “Harus presisi dan ketat,” kata dia.

Baca juga  19 Negara Diizinkan Masuk Indonesia dengan Asas Resiprokal

Di sisi lain, total ada 13 terowongan dalam proyek ini dan yang jadi kendala hanya tunnel 2 yang membutuhkan penanganan khusus. Walaupun situasi ini wajar dari pembangunan kereta cepat, tapi Dwiyana menyebut pihaknya benar-benar mencari solusi untuk menyelesaikan kendala ini.

Salah satunya, perusahaan mendatangkan 33 ahli terowongan langsung dari Cina untuk membantu menyelesaikan kendala ini dan dibantu oleh sejumlah ahli dari Institut Teknologi Bandung (ITB). “Terakhir, 17 ahli grouting untuk membantu terkait dengan penyelesaian masalah clay soil,” kata dia.

Masalah terowongan ini hanya satu dari sejumlah kendala yang sedang dihadapi KCIC. Di luar itu, ada beberapa kendala lain seperti relokasi Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) milik PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN di daerah Bandung dan preloading supgrade di daerah Karawang, Jawa Barat.

Baca juga  China Temukan Dua Kasus Omicron Dalam Waktu Kurang dari 24 Jam

Tapi secara umum, progres pengerjaan kereta cepat saat ini sudah mencapai 79 persen. Meski menghadapi sejumlah kendala, Dwiyana optimistis target operasional yang sudah ditetapkan bisa tercapai yaitu Desember 2022. “Kami berusaha semaksimal mungkin di tengah kendala yang ada,” ujarnya.

Hingga akhir 2021, Dwiyana melaporkan, pengerjaan kereta cepat China memasuki tahap Operational and Maintenance Readiness. Di dalam tahap ini, beberapa pengerjaan mulai dilakukan seperti pemasangan bantalan rel beton yang dimulai perdana hari ini hingga pemasangan rel besi di atas bantalan tersebut.

Tinggalkan Komentar