Senin, 16 Mei 2022
15 Syawal 1443

Pembicaraan Rusia-Ukraina Macet, Harga Emas Bangkit US$12,2 per Troy Ounce

Harga Emas Bangkit US$12,2 karena Pembicaraan Rusia-Ukraina Macet - inilah.com
Foto: Istockphoto.com

Emas menguat sedikit di atas level psikologis 2.000 dolar AS pada akhir perdagangan Kamis atau Jumat (11/3/2022) pagi WIB. Logam mulia ini bangkit dari penurunan tajam sesi sebelumnya.

Hal itu terjadi lantaran daya tarik safe-haven emas mendapat dukungan dari kurangnya kemajuan dalam pembicaraan antara Rusia dan Ukraina. Begitu juga dengan data inflasi AS yang lebih tinggi.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman April di divisi Comex New York Exchange, terdongkrak 12,2 dolar AS atau 0,61 persen. Angkanya menjadi tutup pada level 2.000,40 dolar AS per ounce.

Sehari sebelumnya, Rabu (9/3/2022), emas berjangka turun tajam 55,1 dolar AS atau 2,7 persen menjadi 1.988,20 dolar AS, setelah melonjak 47,4 dolar AS atau 2,37 persen menjadi pada 2.043,30 dolar AS pada Selasa (8/3/2022). Emas menetap di atas angka 2.000 dolar untuk pertama kalinya sejak Agustus 2020.

Baca juga
Twitter Blokir Akun Anggota DPR AS

Serbuan ke aset-aset safe-haven awal pekan ini telah mendorong emas mendekati level rekor yang dicapai pada Agustus 2020.

Investor juga mencermati data inflasi Februari dari Amerika Serikat, yang sesuai dengan ekspektasi tetapi juga menunjukkan peningkatan tahun-ke-tahun terbesar sejak Januari 1982.

Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan pada Kamis (10/3/2022) bahwa indeks harga konsumen AS, barometer inflasi, meningkat sebesar 0,8 persen pada Februari, atau 7,9 persen tahun ke tahun, pertumbuhan tertinggi sejak Januari 1982.

“Angka inflasi tentu merupakan elemen bullish yang mendasari emas. Namun, geopolitik mengalahkan data ekonomi saat ini,” kata Jim Wycoff, analis senior di Kitco Metals.

Baca juga
Inilah Saham-saham Pilihan Kamis, 17 Februari 2022

Bullish (emas) menghabiskan banyak energi mendorong harga ke rekor tertinggi awal pekan ini. Sekarang, bahkan data inflasi bullish tidak memberikan banyak manfaat karena (harga) baru saja habis.”

Dengan latar belakang melonjaknya harga minyak dan komoditas, investor sekarang menunggu pernyataan kebijakan Federal Reserve berikutnya pada 16 Maret.

Memukul selera terhadap aset-aset berisiko, pembicaraan antara Rusia dan menteri luar negeri Ukraina tidak membuat kemajuan nyata menuju gencatan senjata.

Logam mulia lainnya, p​​​​​​Perak untuk pengiriman Mei naik 44 sen atau 1,7 persen, menjadi ditutup pada 26,256 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman April turun 12,4 dolar AS atau 1,12 persen menjadi ditutup pada 1.095,20 dolar AS per ounce.

Baca juga
Omicron Sumbang 73 Persen Kasus Baru COVID-19 di AS

 

Tinggalkan Komentar