Rabu, 08 Februari 2023
17 Rajab 1444

Pembunuhan Brigadir J, Olah TKP Awal Diawasi Perwira Propam

Kamis, 03 Nov 2022 - 13:53 WIB
Antarafoto Rekonstruksi Pembunuhan Brigadir J 30082022 Ada 1 - inilah.com
Tersangka Irjen Ferdy Sambo (kiri) bersama Istrinya tersangka Putri Candrawathi (kanan) keluar dari rumah dinasnya yang menjadi TKP pembunuhan Brigadir J di Jalan Duren Tiga Barat, Kompleks Polri Duren Tiga, Jakarta, Selasa (30/8/2022). Kepolisian melakukan rekonstruksi dugaan pembunuhan Brigadir Yosua di rumah pribadi dan rumah dinas Irjen Ferdy Sambo. Timsus Polri menerima rekomendasi Komnas HAM terkait perkara pembunuhan ini. Foto: Antara

Eks Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan, AKBP Ridwan Soplanit menyatakan sebelum anak buahnya tiba dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), pada 8 Juli 2022, rumah dinas Ferdy Sambo selaku Kadiv Propam Polri telah dipenuhi para perwira. Dalam kesaksiannya, di Pengadilan Negeri (PN) Jaksel, Kamis (3/11/2022), Ridwan mengaku timnya diawasi para perwira dari Divisi Propam ketika melaksanakan olah TKP penembakan Brigadir Yosua Hutabarat (Brigadir J) yang belakangan berkembang menjadi TKP pembunuhan.

“Pada saat kita melakukan kegiatan olah TKP di situ sudah ada beberapa perwira dari Propam Mabes Polri yang mulia,” kata Ridwan saat bersaksi dalam sidang lanjutan terdakwa Irfan Widyanto.

Namun, Ridwan yang juga tetangga Ferdy Sambo memastikan bahwa personel Propam Polri yang berada di rumah dinas Ferdy Sambo tidak bertugas untuk melakukan olah TKP. “Mereka bukan tim olah TKP propam tapi mereka itu perwira -perwira dari Propam,” ujarnya.

Baca juga
Kasus Brigadir J, 7 Jam Prarekonstruksi Hanya Untungkan Polri

“Saat itu mereka berdiri di area TKP, hanya untuk melihat kita saat itu melakukan proses olah TKP,” lanjutnya.

Semula, Ridwan mengatakan, ia meminta izin kepada Ferdy Sambo untuk memanggil anak buahnya untuk melaksanakan olah tempat kejadian perkara (TKP). “Setelah itu saya menyampaikan kepada FS bahwa ‘Mohon izin jenderal saya harus segera panggil tim olah TKP saya'” ujarnya.

Ferdy Sambo meminta Ridwan untuk tidak gaduh dan tak memberitahu siapapun, terkecuali anak buahnya untuk melakukan olahraga TKP. “Saat itu FS bilang kamu panggil tim olah TKP mu tapi tidak usah ribut-ribut enggak usah ngomong-ngomong kamu enggak usah kemana-mana,” ujar Ridwan menirukan perkataan Ferdy Sambo.

Baca juga
Foto: Hendra Kurniawan dan Agus Nurpatria Dihadapkan Ahli Forensik

Kemudian, Ridwan menghubungi Kanit I Satreskrim Polrestro Jakarta Selatan, AKP Rifaizal Samual dan sejumlah anggota untuk melakukan olah TKP. Mereka tiba sekitar pukul 18.30 WIB.

“Saya telepon kanit saya saat itu AKP Rifaizal Samual. Saat itu yang datang AKP Samual, ada enam (anggota). Mohon maaf jam 18.20 sampai 18.30 tiba di TKP, saat saya telpon pukul 18.00 kurang lebih,” jelasnya.

Selanjutnya, setelah anggota Satreskrim Polrestro Jakarta Selatan tiba di TKP, Ridwan melakukan pengarahan di ruang tengah rumah dinas Ferdy Sambo yang menjadi tempat tragedi penembakan yang menewaskan Brigadir J. “Pada saat itu saat saya sedang menghubungi tim olah TKP saya yang mulia, tidak lama kemudian tim Propam Mabes Polri tiba di TKP sekitar pukul 18.15 WiB kalau tidak salah yang mulia. Jadi sebelum tim olah TKP hadir,” pungkasnya.

Tinggalkan Komentar