Minggu, 02 Oktober 2022
06 Rabi'ul Awwal 1444

Pembunuhan Brigadir J, Puan Ultimatum Komisi III Awasi Polri

Selasa, 16 Agu 2022 - 19:45 WIB
0718 094924 Ad9d Inilah.com  - inilah.com
Brigadir J atau Nofriansyah Yosua Hutabarat (kanan) dengan Irjen Pol Ferdy Sambo saat menjabat Kadiv Propam Polri (kiri). (Foto: Istimewa).

Ketua DPR RI Puan Maharani mengultimatum Komisi III DPR RI agar mengawasi Polri dalam menangani kasus pembunuhan Brigadir J atau Nofriansyah Yosua Hutabarat. Tujuannya menjaga citra Polri agar tidak mencoreng di tengah masyarakat

“Karena kan fungsi pengawasannya itu merupakan ranah dari Komisi III untuk melakukan pendekatan. Kemudian menanyakan permasalahan, apa yang akan dilakukan dan tentu saja paling penting adalah jangan sampai kemudian citra Polri itu tercoreng dan membuat kepercayaan masyarakat jadi berkurang,” ujar Puan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (16/8/2022).

Puan mengharapkan penanganan kasus pembunuhan Brigadir J segera diselesaikan secara terbuka. Sehingga memangkas berbagai isu yang simpang siur di masyarakat. Ia juga menyebutkan bahwa melalui penyidikan kasus ini, Polri bisa lebih professonal dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

“Ini merupakan salah satu momentum bagi polri. Tapi bukan bersih-bersih. Lebih memperbaiki kinerja yang selama ini ada. Transparan, dan lebih dekat dengan rakyat,” kata Puan.

Baca juga
Sri Lanka, Jebakan Utang China, dan Kewaspadaan Indonesia

Lebih lanjut, Puan menerangkan selama prosesnya Komisi III DPR RI telah melakukan komunikasi dengan Polri. Tak hanya itu, ia juga menyatakan bahwa parlemen menunggu hingga sidang DPR dibuka. Pasalnya, Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo sudah membentuk Tim Khusus penanganan kasus pembunuhan Brigadir J.

“Kan sudah dibentuk tim penyelidikan (tim khusus) yang dipimpin oleh Kapolri, jadi kami menunggu sebelumnya, sampai akhirnya itu diumumkan bagaimana prosesnya. Dan saya berharap ini menjadi proses yang bisa segera dibuka secara terbuka dan kasus ini segera selesai sehingga tidak berlarut-larut dan menimbulkan berita yang simpang siur,” sambung Puan.

Baca juga
Inilah 13 Mobil yang Alami Kecelakaan di Tol Pejagan-Pemalang

Puan juga menyinggung agar Komisi III DPR RI dapat menjalankan fungsi pengawasan dengan melakukan pendekatan agar citra polri tidak tercoreng.

“Karena kan fungsi pengawasannya itu merupakan ranah dari Komisi III untuk melakukan pendekatan. Kemudian menanyakan permasalahan. Apa yang akan dilakukan dan tentu saja yang paling penting adalah jangan sampai kemudian citra polri itu tercoreng dan membuat kepercayaan masyarakat jadi berkurang,” tegas Puan.

Tinggalkan Komentar