Jumat, 20 Mei 2022
19 Syawal 1443

Pemerintah Antisipasi Kenaikan Kasus Harian COVID-19 Bergeser ke Luar Jawa-Bali

Pemerintah Antisipasi Kenaikan Kasus Harian COVID-19 Bergeser ke Luar Jawa-Bali - inilah.com
Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam rapat terbatas terkait evaluasi dan pelaksanaan PPKM secara virtual di Jakarta Senin (21/2/2022). Foto: Humas Kemenko Perekonomian

Pemerintah menemukan adanya pergeseran kenaikan kasus harian dan kasus aktif COVID-19 dari Jawa-Bali ke Luar Jawa-Bali. Tren tersebut sesuai dengan prediksi dan antisipasi yang sudah pemerintah siapkan.

“Oleh karena itu, pemerintah menekankan pentingnya akselerasi vaksinasi dan kedisiplinan penerapan prokes. Ini untuk kendalikan kasus aktif dan perawatan di Rumah Sakit,” kata Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto usai rapat terbatas terkait evaluasi dan pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) secara virtual, di Jakarta Senin (21/2/2022).

Pemerintah terus melakukan evaluasi mingguan secara konsisten terkait perkembangan pengendalian pandemi COVID-19. Begitu juga dengan evaluasi level asesmen PPKM.

Baca juga
Bank BTN Kantongi Laba Bersih Rp2,37 Triliun Sepanjang 2021

Menko Airlangga mengatakan, kasus di luar Jawa-Bali memang proporsinya masih lebih rendah. Akan tetapi, terjadi peningkatan sehingga proporsi kasus aktif menjadi sebesar 24,1% dari kasus aktif nasional menjadi 128.536 dari sebelumnya 533.898 kasus aktif.

Pada sepekan terakhir ini, angka Reproduksi Efektif (Rt) nasional naik lebih tinggi menjadi 1,18 dan juga terjadi kenaikan di seluruh Pulau, kecuali Kepulauan Maluku. “Pemerintah akan terus memantau dan menyiapkan langkah-langkah mitigasi agar hal ini dapat diantisipasi lebih lanjut,” ungkap Menko Airlangga.

Terdapat tiga Provinsi di luar Jawa-Bali dengan Kasus Aktif tertinggi di atas 10 ribu, namun rasio keterisian tempat tidur RS (Bed Occupancy Ratio/BOR) masih terkendali, dan konversi TT Covid-19 di RS juga masih relatif rendah.

Baca juga
Dipo Alam Soal Hilangnya Nama Soeharto: Harusnya Tidak Main Hapus

Ketiga Provinsi tersebut adalah Sumatera Utara dengan BOR 31% dan konversi 19%, Sulawesi Selatan dengan BOR 30% dan konversi 16%, dan Kalimantan Timur dengan BOR 29% serta konversi 23%.

Tinggalkan Komentar