Pemerintah Apresiasi Mitra Kolaborasi Program Digital 2021

Kominfo - inilah.com
ist

Guna mempercepat penyediaan talenta digital untuk kebutuhan transformasi digital, pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika membuat Program Digital Talent Scholarship (DTS).

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan SDM Kementerian Kominfo Hary Budiarto mengatakan, program DTS tahun 2021 melampaui jumlah peserta yang ditargetkan sebanyak 100 ribu peserta.

“Kegiatan Appreciation Day kita memberikan apresiasi kepada para mitra kita, karena target 100 ribu itu sekarang sudah tercapai 109 ribu para peserta pelatihan talenta digital. Jadi kami mengucapkan banyak terima kasih, kami melaksanakan acara ini kepada para mitra yang telah kita bekerja sama,” kata Hary melalui keterangan tertulis, Jumat (17/12/2021).

Pelatihan DTS sendiri diharapkan dapat menjangkau seluruh segmen masyarakat agar dapat mengambil bagian sebagai talenta digital sehingga dapat menumbuhkan dan mensejahterakan masyarakat Indonesia di era digital.

“Jadi kita melakukan pelatihan terus kemudian kita melakukan sertifikasi kepada para peserta pelatihan agar mereka bisa masuk ke industi, yaitu industri digital secara global dan industri digital nasional. Program pelatihan untuk mewujudkan masyarakat digital adalah salah satu dari arahan Bapak Presiden tentang akselerasi transformasi digital,” papar Hary.

Program DTS 2021 Menggandeng Mitra

Program DTS 2021 menggandeng mitra kerja baik dari kalangan akademisi, swasta, platform digital hingga perusahaan global ternama.

“Pelatihan itu bisa berlangsung dengan baik sesuai target dengan dukungan mitra kerja sama, bahkan melampaui target di tahun 2021,” ujarnya.

Melalui DTS Appreciation Day, Kementerian Kominfo juga memberikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah mengikuti tahapan pelatihan hingga dinyatakan lulus dan sebagai alumni DTS 2021.

“Mereka mengikuti pelatihan ini dan mengimplementasi ke berbagai hal, ada yang bekerja, ada yang membuat startup sampai mereka mengikuti kejuaraan-kejuaraan di tingkat dunia, seperti ada juga yang difabel mereka mengikuti kejuaraan dunia dan mereka berhasil,” papar Hary.

Salah satu pilar dalam program DTS adalah terkait dengan ekonomi digital, salah satu pelatihannya untuk menciptakan wirausaha digital dengan menggandeng mitra kerja yang mempunyai marketplace.

“Masyarakat kita latih untuk bisa masuk ke dalam marketplace sebagai wirausaha digital, mitra-mitra kita seperti Grab, Tokopedia, Bukalapak, terus kemudian ada Facebook dan lain sebagainya mereka bersama-sama kita untuk melatih bagaimana masyarakat mempunyai skills mengembangkan atau mengemas suatu produk,” jelasnya.

Baca juga  Ketum PP Muhammadiyah Soroti Gunjingan Kematian Demokrasi di Tangan Sipil

Di dalam marketplace, menurut Hary peserta yang memiliki produk akan didorong untuk mendistribusikan melalui digital marketing yang kemudian melakukan transaksi secara digital. Sehingga setiap peserta mampu untuk menjual berbagai produk baik kuliner, herbal dan jenis produk lain.

“Itu salah satu mitra kita mengambil sama-sama untuk disitu, jadi mitra mendapatkan berbagai macam produk-produk yang ada kemudian masyarakat bisa menjual produk itu ke masyarakat global,” katanya.

Melibatkan UMKM

Melalui pelatihan DTS 2021, Kementerian Kominfo menargetkan 50% UMKM di Indonesia dapat bermigrasi dari ruang fisik ke ruang digital, termasuk bagi UMKM pemula.

“Jadi kalau yang pemula ini kita ajarkan bagaimana mereka bisa melakukan digital marketing, kita mengajak mitra-mitra kemudian kita membuat modul-modulnya dan kita memantau. Setelah kita latih dan menyiapkan semuanya itu bagaimana dampaknya, apakah mereka dalam waktu beberapa bulan itu bisa jualan di marketplace, kemudian yang sudah bisa berjualan itu berapa omset yang mereka dapatkan dari marketplace tadi,” jelasnya.

Hary Budiarto menyontohkan 30 dari 100 peserta DTS di Makassar yang dilakukan pelatihan intensif hingga membantu menjual produk di pusat-pusat perbelanjaan.

“30 peserta itu kita berikan tempat untuk mereka bisa berjualan di satu mal yang ada di Makassar, kemudian Bea Cukai juga ikut melakukan pelatihan juga supaya masyarakat bisa tahu bagaimana bisa mengekspore dengan menjalankan aplikasi-aplikasi yang sudah ada dibuat oleh Bea Cukai, itu salah satunya,” sebutnya.

Hary juga mengapresasi mitra pelaksana pelatihan karena dengan kolaborasi yang berlangsung dapat melampaui target pelatihan DTS 2021.

“Ada 109.917 ribu peserta yang ikut pelatihan dari target 100 ribu. Ini hasil kerja sama yang baik dengan para mitra dalam melaksanakan pelatihan. Kami sekali lagi mengucapkan terima kasih dan melanjutkan kerja sama yang baik ini,” ungkapnya.

Program DTS dan DLA

Mengenai penyelenggaraan DTS dan DLA, Hary Budiarto menyatakan Kementerian Kominfo mengharapkan akan makin banyak diikuti oleh seluruh masyarakat Indonesia. “Ke depan kami berupaya memeratakan jangkauan pelatihan ke seluruh Indonesia. Tahun yang akan datang akan menyebar sehingga provinsi di Aceh atau Kepuluan Riau dan wilayah Timur atau Papua dan Papua Barat kita tingkatkan, sehingga ada ribuan lagi masyarakat yang mengikuti pelatihan digital,” harapnya.

Baca juga  Lecehkan Korban Pelecehan Seksual, Kasatreskrim Boyolali Dicopot

Hary menambahkan, momentum Appreciation Day Mitra DTS 2021 merupakan penghargaan atas kerja sama dan kolaborasi yang terjalin antara Kementerian Kominfo dengan mitra pelatihan dari perguruan tinggi, asosiasi dan komunitas, perusahaan global, education technology, perbankan nasional.

“Kami berharap pada tahun-tahun berikutnya kemitraan yang telah terjalin dapat terus berlangsung untuk menjadikan Indonesia Makin Digital, Makin Maju,” ungkapnya.

Apresiasi Mitra DTS 2021 diberikan kepada Ditjen BIMAS Islam Kementerian Agama, Ditjen Pendidikan Islam Kementerian Agama, Direktur Guru, Tenaga Kependidikan, dan Madrasah Kementerian Agama, Direktur Penerangan Agama Islam Kementerian Agama dan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi.

Dari perguruan tinggi apresiasi diberikan kepada Institut Pertanian Bogor, Institut Teknologi Bandung, Institut Teknologi Indonesia Banten, UIN Syarif Hidayatullah, Universitas Bina Nusantara SOCS, Universitas Bina Nusantara SIS, Fakultas Ilmu Komputer dan Fakultas Teknik Elektro Universitas Indonesia serta Universitas Terbuka.

Ada pula Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya, Universitas Komputer Indonesia, Universitas Mercubuana, Universitas Padjadjaran, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa dan Universitas Telkom Bandung.

Selain itu juga President University, STMI Bani Saleh, Universitas Indraprasta PGRI, Universitas Kuningan dan Universitas Pamulang.

Penghargaan juga diberikan kepada Politeknik Astra, Politeknik Negeri Jakarta, Politeknik Negeri Media Kreatif dan Politeknik Negeri Bandung. Penghargaan untuk perusahaan global yang menjadi mitra DTS 2021 diberikan kepada Cisco, Oracle, Red Hat, Huawei, Microsoft, Progate, AWS, IBM, EC – COUNCIL, Alibaba Cloud, Google, dan Facebook.

Untuk perusahaan nasional yang mendapatkan penghargaan antara lain Dicoding, Rakamin Academy, Terra AI, Codepolitan, Skillvul, DQLab, PT. Telkom Indonesia, Tbk, PT. Berca Hadya Perkasa, dan PT. Sagara Technology. Ada pula ThisAble, Xynexis International, TIP Telkom University, DIGITS, Universitas Padjajaran, BRI Institute, Metrodata Academy, dan Synergy Academy.

Untuk asosiasi dan komunitas penghargaan mitra diberikan kepada Institute of Electrical and Electronics Engineers (IEEE), International Telecomunication Union (ITU), Indonesia Artificial Intelligencey Society (IAIS), Dewan Pers, Indonesia AI Research Consortium (IARC), Aliansi Jurnalis Independen, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), Artificial Intelligence Center Indonesia (AICI) dan Masyarakat Telematika Indonesia (MASTEL).

Baca juga  Jaring 350 Ribu Peserta, Ruangguru Dukung Program Literasi Digital Nasional

Sektor perbankan, penghargaan mitra DTS 2021 diberikan kepada PT. Bank Negara Indonesia, Tbk, PT. Bank Rakyat Indonesia, Tbk, PT. Bank Tabungan Negara, Tbk, PT. Bank Mandiri, Tbk. Dan untuk marketplace dan perusahaan startup digital penghargaan diberikan kepada Gojek,Grab, Bukalapak, dan Tokopedia.

Peta Jalan Digital

Kementerian Kominfo telah menyusun Peta Jalan Indonesia Digital 2021-2024. Terdapat empat pilar yang menjadi pedoman realisasi agenda akselerasi transformasi digital Indonesia.

“Pertama, infrastruktur digital untuk membuka akses seluruh masyarakat agar bisa masuk ke dunia digital, kedua pemerintahan digital agar pemerintah bisa melakukan pelayanan publik kepada masyarakat secara digital, ketiga ekonomi digital dan keempat masyarakat digital,” jelas Hary.

Dalam membangun masyarakat digital, Kementerian Kominfo juga menyiapkan Program Digital Leadership Academy, Digital Talent Scholarship dan Gerakan Nasional Literasi Digital. Ketiga program itu dirancang untuk melatih pemimpin digital, fasilitasi peningkatan keahlian atau alih kompetensi dan peningkatan literasi digital

“Pertama melatih pemimpin digital, agar mereka memahami bagaimana mengelola seluruh data dan aplikasi yang ada di organisasi atau lembaga. Kami punya target sebesar melatih 300 peserta untuk tahun 2021,” katanya.

Mengenai Program DTS 2021, Hary menyebutkan pelatihan itu menyediakan keahlian tingkat menengah. Menurutnya, Program DTS ditujukan untuk meningkatkan skill dan memberikan kesempatan alih bidang atau kompetensi.

“Karena di masa pandemi ini banyak yang beralih profesi dan kompetensi. Kami menyediakan talenta digital dalam Program Digital Talent Scholarship. Program ini menargetkan 100 ribu peserta,” tuturnya.

Pelatihan literasi digital yang di tingkat dasar ditujukan untuk membekali masyarakat agar paham dengan budaya digital, etika digital, keamanan digital, dan menguasai kemampuan dasar untuk memanfaatkan ruang digital. “Target kita adalah 12,5 juta penduduk Indonesia yang mengikuti literasi digital,” ujarnya.

Untuk melaksanakan semua itu, Kementerian Kominfo bekerja sama dengan mitra pelatihan dari perguruan tinggi, asosiasi dan komunitas, perusahaan global, education technology, perbankan nasional.

“Kerja sama kita ada 103 perguruan tinggi di Indonesia dan internasional, 15 asosiasi dan komunitas, 13 perusahan global, dan 11 edutech nasional,” tandas Hary.

Tinggalkan Komentar