Kamis, 11 Agustus 2022
13 Muharram 1444

Pemerintah Bayar Duit Kompensasi Rp64,5 Triliun, Bos Pertamina Bisa Tidur Nyenyak

Jumat, 01 Jul 2022 - 16:20 WIB
Pemerintah Bayar Kompensasi Rp64,5 T, Pertamina Bisa Tidur Nyenyak
Direktur Utama Pertamina, Nicke Widyawati (Media Indonesia).

Dana kompensasi penyaluran BBM Rp64,5 triliun akhirnya dibayar pemerintah, Direktur Utama PT Pertamina Nicke Widyawati sumringah, bahkan bisa tidur nyenyak. Kas BUMN Migas itu semakin tebal.

“Pembayaran ini dapat memperkuat cashflow untuk menjaga ketahanan energi nasional,” kata Nicke di Jakarta, Jumat (1/7/2022).

Sejak awal 2022, pemerintah mempercepat pembayaran kompensasi atas penugasan distribusi BBM dan elpiji subsidi bagi masyarakat. Per April 2022, pemerintah telah membayarkan dana kompensasi Rp29 triliun. Total pembayaran subsidi dan kompensasi BBM 2021, telah dibayarkan pemerintah kepada Pertamina sebesar Rp93,5 triliun.

Nicke menyampaikan, komitmen itu menunjukkan upaya keras pemerintah dalam memperkuat arus kas Pertamina yang akan berdampak pada pemulihan ekonomi nasional dan memproteksi daya beli masyarakat.

Dukungan juga terlihat dengan adanya kebijakan pemerintah melalui Kementerian Keuangan untuk penambahan subsidi sebesar Rp71,8 triliun dan kompensasi BBM Rp234 triliun, sehingga total subsidi dan kompensasi menjadi Rp401,8 triliun pada tahun 2022 (asumsi harga minyak mentah Indonesia US$100 per barel).

Baca juga
BUMN Bergelimang Utang, Analis AEPI: Pelat Merah Ini Diramal Bangkrut Duluan

Hal ini merupakan upaya pemerintah dan Pertamina dalam penyediaan dan penyaluran BBM dan elpiji bersubsidi yang sangat diperlukan oleh masyarakat miskin, menengah, rentan, dan UMKM, sekaligus merupakan wujud kehadiran negara untuk melindungi rakyatnya.

Menurut Nicke, pemerintah telah berupaya maksimal dalam menghadapi tantangan harga minyak mentah. Apabila dibandingkan dengan negara lain, harga BBM Indonesia yang termasuk dua terendah di seluruh dunia.

Masyarakat perlu berhemat dalam menggunakan BBM dan elpiji karena dua komoditas bahan bakar ini hanya diperuntukkan untuk masyarakat miskin, sehingga masyarakat mampu agar beralih menggunakan BBM dan elpiji nonsubsidi.

Saat ini, Pertamina makin termotivasi untuk melanjutkan berbagai program efisiensi dan terobosan di seluruh lini bisnis yang telah diinisiasi sehingga sepanjang 2021 menghasilkan penghematan sebesar 1,3 miliar dolar AS.

Baca juga
Harga Gas LPG Non-Subsidi Naik Lagi, Nyaris Tembus Rp 200 Ribu

Perseroan akan berupaya maksimal agar subsidi yang dialokasikan pemerintah untuk BBM dan elpiji dalam APBN 2022 dapat lebih optimal pemanfaatannya bagi masyarakat yang membutuhkan dan sesuai dengan kuota yang telah ditetapkan.

“Kami akan menjalankan amanah dari pemerintah dengan terus memperkuat tata kelola penyaluran BBM dan elpiji agar lebih tetap sasaran, antara lain dengan pendaftaran kendaraan pada website MyPertamina,” imbuh Nicke.

Tak hanya itu, Pertamina juga mendorong akan kesadaran masyarakat untuk menggunakan BBM dan elpiji secara bertanggung jawab dan lebih hemat.

Menurut Nicke, subsidi merupakan kebijakan untuk meringankan beban ekonomi masyarakat menengah bawah, rentan miskin dan UMKM, sehingga masyarakat yang tergolong mampu sebaiknya beralih memakai BBM dan elpiji nonsubsidi.

Baca juga
Truk Tangki Pertamina Maut di Jl Alternatif Cibubur Dievakuasi Crane

“Kami akan memastikan pasokan mencukupi. Pengawasan terus ditingkatkan agar alokasi subsidi BBM dan elpiji tepat sasaran,” kata Nicke.

 

Tinggalkan Komentar