Jumat, 07 Oktober 2022
11 Rabi'ul Awwal 1444

Pemerintah ‘Bunuh Diri’ Kalau Nekat Naikkan Harga BBM Saat Ini

Sabtu, 13 Agu 2022 - 17:30 WIB
Pemerintah 'Bunuh Diri' Kalau Nekat Naikkah Harga BBM Saat Ini
Bhima Yudhistira, ekonom CELIOS.

Pemerintah memberikan sinyal bakal kerek naik harga BBM dalam waktu dekat. Langkah ini sama saja dengan ‘bunuh diri’ karena tidak tepat.

Sinyal kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), disampaikan Menteri Investasi/Kepala BKPM, Bahlil Lahadalia bahwa masyarakat harus bersiap jika nantinya harga BBM akan naik.

Menanggapi kemungkinan itu, Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios), Bhima Yudhistira berpandangan sebaliknya.

Kepada Inilah.com, Sabtu (13/8/2022), Bhima mengatakan, kenaikan BBM di saat ini, akan menjadi kebijakan yang salah. Pasalnya, ada beberapa hal yang dapat dilakukan pemerintah untuk meredam kenaikan BBM ini.

“Kalau pemerintah tidak melakukan realokasi anggaran yang signifikan dan memanfaatkan windfall penerimaan dari komoditas untuk menambah subsidi energi, maka kenaikan harga BBM bisa blunder ke masyarakat,” ungkap Bhima.

Baca juga
Tiket Termahal MotoGP Mandalika Sudah Habis Terjual

Menurut Bhima, saat ini, mega proyek infrastruktur saja masih terus berjalan, belanja kementerian atau lembaga saja belum dipangkas secara signifikan dan masih terdapat dana PEN yang dapat digeser untuk menambah kuota subsidi BBM.

Selain itu, inflasi IHK (Indeks Harga Konsumen) saja saat ini dikatakan telah mendekati angka 5% yang membuat berbagai komoditas pangan naik, sehingha kenaikan BBM akan semakin membuat masyarakat terpuruk.

“Sekarang saja inflasi mendekati 5 persen, apalagi BBM subsidi naik. Coba pemerintah pertimbangkan lagi daya beli masyarakat miskin dan rentan miskin,” ujar Bhima.

Dia pun menyarankan, pemerintah harus segera membuat klarifikasi atas isu kenaikan BBM ini. Pasalnya, jika Presiden Joko Widodo menginginkan agar inflasi terkendali, maka kenaikan harga BBM musti ditahan terlebih dahulu.

Baca juga
Setujui Harga BBM Subsidi Naik, Jokowi Dikelilingi Menteri Bermental 'Kolonial'

 

 

Tinggalkan Komentar