Pemerintah dan Islam Tak Boleh Berjauhan, PAN Siap Jembatani

Pemerintah dan Islam Tak Boleh Berjauhan, PAN Siap Jembatani   - inilah.com

Partai Amanat Nasional (PAN) diundang Presiden Joko Widodo (Jokowi) bersamaan dengan para petinggi partai politik koalisi pendukung pemerintah di Istana Negara beberapa waktu lalu.

Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan menyatakan, diajaknya PAN dalam rapat koalisi saat itu menandakan pemerintah tak jauh dari Islam. PAN akan mengisi peran penting menjembatani pemerintah dan Islam. Sehingga menghadirkan demokrasi yang bernilai demi pemerintahan yang baik dari regulasi hingga undang-undangnya.

“Harus ada yang mengisi peran ini. Komunikator. Jembatan. Solidarity maker. Pemerintah dan Islam tidak boleh berjauhan apalagi dibentur-benturkan,” kata Zulhas saat rapat kerja nasional ke-II yang diselenggarakan secara hybrid, daring dan luring.

Baca juga  Teriakan ‘Anies 2024’ Bergema di Bali

Zulhas menekankan sikap politik PAN selama ini jelas. Kritis tetapi solutif. PAN selalu hadir dengan gagasan dan kerja nyata untuk memberikan yang terbaik bagi rakyat.  

“Gagasan kebangsaan PAN adalah jalan tengah. Moderasi. Kesepakatan. Sesuai desain kebangsaan yang sudah dirumuskan para pendiri bangsa ini, para founding fathers. Indonesia ini cocoknya tengah. Ini negara tropis, tidak terlalu panas, tidak terlalu dingin. Tidak boleh ada yang ekstrem-ekstreman,” tutup Zulhas.

Tinggalkan Komentar