Pemerintah Perlu Tegas Bereskan Nasib Tenis Meja Nasional

Pemerintah Perlu Tegas Bereskan Nasib Tenis Meja Nasional - inilah.com
(Antara Foto)

Atlet Senior Tenis Meja 
Yon Mardiyono meminta ketegasan pemerintah untuk mengakhiri kepengurusan di tubuh persatuan tenis meja dan segera dilakukannya pembekuan Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI) menyikapi terbelahnya kepengurusan  selama delapan tahun terakhir ini.

Apalagi dengan gagal tampilnya cabang olahraga (cabor) tenis meja di PON XX Papua ini membuatnya melihat apa yang dialami dunia tenis meja Indonesia sebagai sebuah kekhawatian untuk para atlet.

Yon Mardiono sangat berharap pemerintah, dalam hal ini, Kemenpora melakukan langkah tegas. Diantaranya membekukan induk olahraga tenis meja seperti membekukan PSSI saat terjadi dualisme kepemimpinan.

“Solusinya pemerintah harus ambil alih permasalahan ini. Dibekukan dulu lalu bikin Munas (Musyawarah Nasional). Biar atlet tidak terhukum dengan kondisi ini,” kata Yon Mardiono saat dihubungi INILAHCOM, Minggu (17/10).

Baca juga  Dualisme Kepemimpinan, Kemenpora Diminta Bekukan PTMSI

Dualisme kepengurusan PTMSI sudah berlangsung sejak 2013. Dualisme itu terjadi karena KONI Pusat diduga menolak melantik PP PTMSI yang secara hukum menang dan inkrah di PTUN. Tanpa ada pengakuan dari KONI dan Kemenpora, tidak ada anggaran pembinaan untuk atlet.

Karena itu, Yon menyimpulkan, memang sebaiknya pemerintah bekukan saja kepengurusan yang bersengketa lantas buka kembali siapa yang mau dari seluruh Indonesia ini duduk sebagai pucuk pimpinan PTMSI (Ketua Umum).

Baginya, bukan masalah berpikir sederhana atau melakukan cara yang seperti apa, melainkan bagaimana caranya semua carut marut ini harus diakhiri secepatnya karena hal ini sangat substansial serta krusial buat dunia tenis meja Indonesia, terutama bagi para atlet, sebab merekalah korban dari dualisme yang terjadi selama ini.

Baca juga  Mumtaz Raiz Foundation Dukung Turnamen Tenis Meja UAH Super Series 2021

“Sederhana saja, apalah arti pelatihan kalau tidak ada pertandingan? Ini salah satu hal yang substansial dan krusial. Perkara bagaimana caranya (membereskan PTMSI) silakan,” tandasnya.

Untuk mengisi kekosongan hanya mengandalkan kejuaraan tenis meja yang digelar pihak swasta, karena kejuaraan nasional yang merupakan indikator perkembangan atlet tidak terlaksana. Ia bersama Ustaz Adi Hidayat (UAH) dan Mumtaz Raiz Foundation berinisiatif menggelar kompetisi tenis meja tingkat nasional mulai 22-24 Oktober 2021 di Graha Sanusi Bandung.

Ajang Tenis Meja yang menghadirkan 80 Atlet dari seluruh Indonesia ini, diharap bisa menjaga bibit-bibit unggul tenis meja nasional.

Baca juga  Tarif Cukai untuk Produk Vape Dinilai Masih Ada Ketimpangan

“Mudah-mudahan harapan kita semangat atlet, semangat olahraga, dan semangat tenis meja bisa terus dibina dan diteruskan demi kepentingan nasional,” tandasnya.

Tinggalkan Komentar