Minggu, 14 Agustus 2022
16 Muharram 1444

Pemerintah Tambah Tempat Karantina untuk Perjalanan Internasional

Selasa, 21 Des 2021 - 22:10 WIB
Penulis : Ajat M Fajar
Pemerintah Tambah Tempat Karantina untuk Perjalanan Internasional

Koordinator Tim Pakar dan Juru Bicara Penanganan COVID-19 Pemerintah Prof. Wiku Adisasmito menyebutkan pemerintah menambah tiga tempat atau lokasi karantina untuk para pelaku perjalanan internasional.

“Saat ini direncanakan terdapat tiga fasilitas karantina terpusat tambahan di DKI Jakarta,” kata Wiku dalam Keterangan Pers Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19 secara daring diikuti di Jakarta, Selasa (21/12/2021).

Wiku mengatakan tiga lokasi yang akan berubah menjadi fasilitas karantina terpusat. Lokasi itu adalah Rusun Penggilingan di Pulau Gebang, Jakarta Timur, Rusun Daan Mogot di Jakarta Barat serta Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) di Jakarta Selatan.

Baca juga
Fenomena Aneh di Surabaya, Tanda Pandemi Tak Mungkin Hilang?

Penambahan itu sebagai antisipasi bila pemerintah menerapkan penambahan waktu untuk menjalankan karantina, yang semula selama 10 hari menjadi 14 hari karena adanya varian baru Omicron yang telah terdeteksi di 92 negara di berbagai belahan dunia.

Tambah Tempat Karantina Pelaku Perjalanan Internasional Meningkat

Penambahan lokasi karantina ini karena mempertimbangkan jumlah kedatangan para pelaku perjalanan dari luar negeri yang semakin meningkat. Terlihat peningkatannya dalam dua bulan terakhir baik melalui jalur darat, laut maupun udara.

Terhitung pada bulan Oktober 2021, jumlah pelaku perjalanan luar negeri masih berada pada kisaran 1.000 hingga 2.000 kedatangan. Namun, pada bulan Desember 2021 jumlah tersebut mencapai sekitar 4.000 kedatangan.

Baca juga
3 Temuan Baru Omicron, Total 8 Kasus di Indonesia

Pada 10 Desember 2021 di pos lintas negara Entikong di Kalimantan Barat, lonjakan angka kedatangan naik menjadi hampir 300 kedatangan. Di Pelabuhan Batam Center yang pada awal November 2021. Jumlah angka kedatangan hanya berkisar 100 sampai 200 kedatangan saja, kini naik menjadi 200 hingga 400 kedatangan pada pertengahan Desember.

Melihat jumlah kedatangan yang naik signifikan tersebut, maka para pelaku perjalanan keluar negeri menyediakan dana tambahan untuk karantina.

Namun, dia mengimbau untuk lebih baik tidak bepergian keluar negeri sebagai bentuk antisipasi mencegah varian Omicron mewabah di Tanah Air.

“Untuk warga negara Indonesia termasuk wisatawan dapat memanfaatkan hotel rekomendasi Satgas yang sudah seharusnya pesan sebelum kembali ke Indonesia,” ujar dia.

Tinggalkan Komentar