Pemilihan Calon Panglima TNI Terkesan Berjalan Alot

Pemilihan Calon Panglima TNI Terkesan Berjalan Alot - inilah.com
foto ilustrasi

Wacana pergantian Panglima TNI kali terasa alot bahkan mengarah ke perang narasi. Situasi ini jelas tidak menguntungkan dan mengancam soliditas internal.

“Jabatan Panglima TNI memang tidak lepas dari variabel politik. Meski kita sadar TNI adalah institusi yang dilarang untuk berpolitik praktis,” ujar Arif Nurul Imam, Senin (19/10/2021).

Masalahnya, sambung Direktur Indo Strategi Research and Consulting ini, siapa yang berhak mengangkat Panglima TNI adalah pejabat yang lahir dari proses politik, yakni Presiden.  Karena itu, pemilihan Panglima TNI muncul dukung mendukung termasuk dari DPR. Meski demikian, Arif menilai proses tersebut masih dalam situasi terkendali. 

Baca juga  Banjir Bandang di Malang, 11 Orang Hanyut

“Yang perlu dijaga adalah menjaga soliditas internal TNI agar tetap solid. Tapi setelah terpilih TNI harus satu komando, siapapun Panglima TNI-nya,” paparnya.

Selain itu situasi pemilihan Panglima TNI kali ini juga mengarah pada konflik internal matra, dimana terjadi dukung mendukung yang tidak sehat. Ini sebagai bentuk politisasi jabatan Panglima TNI yang dijadikan batu pijakan untuk Pilpres 2024 nanti.

“Memang jabatan Panglima TNI strategis karena pasca purna rata-rata memiliki daya tawar politik sehingga dilirik oleh publik dan kekuatan politik.Sekali lagi, jabatan Panglima TNI memang tak lepas dari dimensi politik sehingga jika kemudian terjadi dukung mendukung, dari kalangan sipil, terutama Parpol tak bisa dihindarkan,” tambahnya.

Baca juga  Bela Agama, Alasan Bonaparte Aniaya M. Kace Sampai Lumuri Kotoran

Arif menegaskan, namun demikian dukung mendukung semacam itu tak boleh mengganggu soliditas TNI dan mesti didorong agar makin profesional. Terkait Panglima TNI bisa menjadi pijakan di 2024 memang realitasnya demikian, karena jabatan panglima TNI pasca pensiun biasanya memiliki daya tawar politik dan kerap dilirik publik sebagai calon pemimpin potensial.

Diketahui, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto akan pensiun pada November 2021. Dua nama yang santer menjadi kandidat penggantinya adalah Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD ) Jenderal TNI Andika Perkasa dan Kepala Staf Angkatan Laut ( KSAL ) Laksamana TNI Yudo Margono.

Tinggalkan Komentar