Pemilu 2024 di Bulan Mei, PKS Nilai Perhitungan Pemerintah Kurang Cermat

Pemilu 2024 di Bulan Mei, PKS Nilai Perhitungan Pemerintah Kurang Cermat - inilah.com
Anggota Komisi II DPR fraksi PKS Mardani Ali Sera (ist)

Anggota Komisi II DPR fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Mardani Ali Sera, menilai hitungan pemerintah terkait pelaksanaan Pemilu 2024 pada 15 Mei dan Pemilihan Kepala Daerah Serentak (Pilkada) 2024 kurang cermat.

“Hati-hati dengan jadwal, dari berbagai simulasi yang dibuat pemerintah, ada yang kurang memperhitungkan tahapan mulai dari verifikasi parpol, waktu pendaftaran untuk paslon perorangan di Pilkada, hingga verifikasinya,” kata Mardani kepada Inilah.com, Sabtu (16/10/2021).

Mardani menuturkan, Komisi Pemilihan Umum (KPU) juga telah menyatakan keberatan jika Pemilu 2024 dilaksanakan pada bulan Mei.

“KPU sendiri mengusulkan di Februari 2024 dan sudah menyatakan berat jika jumlah pekerja persiapan tidak ditambah jika Pemilu bulan Mei,” ujarnya.

Baca juga  Anggota DPR dari PKS: Kereta Cepat Ambil Jatah Rakyat

Mardani meminta pemerintah tidak kekeuh meminta Pemilu 2024 dilaksanakan pada bulan Mei.

“Sekali lagi, pelaksanaan di Februari 2024 akan lebih memberi kelapangan waktu dan persiapan bagi KPU. Diharapkan Pemilu berkualitas yang kita cita-citakan dapat tercapai,” tandasnya.

Sebelumnya, jika Pemilu dilaksanakan pada Mei 2024, maka masa kampanye akan bertepatan dengan bulan Ramadan dan Idul Fitri 1443 hijriah. Sejumlah fraksi di DPR juga menyatakan keberatan dengan usulan pemerintah.

Ramadan tahun 2024 diperkirakan jatuh pada tanggal 9 Maret. Pengalaman pada Pemilu 2019, kampanye digelar selama tujuh bulan (23 September 2018-13 April 2019), dengan masa tenang dimulai pada 14 April atau tiga hari sebelum hari pencoblosan.

Baca juga  Kecam Kejahatan Seksual, PKS Dorong Peningkatan Konseling Korban

Jika Pemilu pada tanggal 15 Mei 2024, maka masa kampanye sudah dimulai pada November tahun ini hingga awal Mei 2022.

Tinggalkan Komentar