Pemkot Padang Bantu Trauma Healing Adik-Kakak Korban Pemerkosaan

pemkot padang
Kepala Dinas Sosial Kota Padang Afriadi (foto: Antara)

Pemerintah Kota (Pemkot) Padang membantu penyembuhan trauma (trauma healing) adik-kakak yang menjadi korban pemerkosaan oleh anggota keluarga serta tetangganya sendiri.

“Kami telah melakukan pendampingan terhadap kedua korban untuk pemulihan trauma berdasarkan koordinasi dengan polisi,” kata Kepala Dinas Sosial Kota Padang Afriadi, di Padang, Sumatera Barat, Jumat (19/11/2021).

Ia menyebutkan kedua korban yang masih berusia di bawah 10 tahun itu saat ini mengalami trauma sehingga diberikan trauma healing untuk penyembuhan.

“Tim kami akan berupaya secara maksimal untuk menyembuhkan kedua anak ini agar trauma mereka hilang dan bisa melanjutkan hidup lebih baik ke depan,” katanya.

Baca juga  Ini 16 Lokasi Penyuntikan Vaksin Covid-19 Pfizer di DKI Jakarta

Menurut keterangan tetangga korban sebelumnya, kedua korban awalnya memberanikan diri untuk mencari perlindungan. Bahkan korban mengaku sudah tidak betah jika berada di rumah yang dihuni bersama ibu kandung serta sejumlah pelaku.

“Korban sempat mengatakan ingin hidup dengan saya, lalu saya tanya ada apa? Korban bilang kakek dan paman memperkosa,” kata tetangga korban, Supriati.

Korban saat itu mengaku menahan sakit dan tidak berani cerita kepada ibu kandungnya lantaran takut dimarahi dan dipukul.

Sementara itu, Polres Kota Padang yang menangani kasus ini telah melakukan visum terhadap kedua korban. Mereka diketahui mengalami trauma dan rusak pada alat vital.

Baca juga  Korban Perkosaan di Padang Sudah Lama Ditelantarkan Orang Tua

“Kami telah mengumpulkan saksi-saksi dan melakukan visum terhadap korban. Hasil sementara memang ada robek pada selaput dara,” ungkap Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Padang Kompol Rico Fernada.

Sejauh ini, Polresta Padang telah mengamankan lima orang pelaku terdiri atas kakek, paman, kakak kandung, dan dua orang kakak sepupu.

Dua orang di antaranya telah ditetapkan polisi sebagai tersangka, yakni sang kakek Dj yang biasa dipanggil Udin berusia 70 tahun dan paman korban RO alias Rian berusia 23 tahun. Sedangkan kakak sepupu korban ADA berstatus sebagai anak berhadapan dengan hukum karena usianya masih 16 tahun.

Baca juga  Google Doodle Hari Ini Beri Penghormatan pada Wartawati Roehana Koeddoes

Sementara untuk dua orang lainnya dijadikan sebagai saksi lantaran usianya masih 11 dan 10 tahun. Mereka dititipkan di LPKS ABH Kasih Ibu.

Menurut Kompol Rico, ada dua pelaku lain yang masih diburu kepolisian dalam kasus perkosaan tersebut, yaitu seorang tetangga dan teman dari paman korban.

Tinggalkan Komentar