Sabtu, 26 November 2022
02 Jumadil Awwal 1444

Pemprov DKI Fasilitasi Perbaikan Bangunan MTsN 19 yang Roboh

Jumat, 07 Okt 2022 - 00:21 WIB
Dki Mtsn Roboh
(foto: Inilah.com/Didik Setiawan)

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memfasilitasi perbaikan bangunan yang roboh akibat banjir di Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 19, Jakarta Selatan hingga menyebabkan tiga pelajar meninggal dunia.

“Dari sisi Pemprov, untuk bisa membangun kembali kami siap untuk mendukung,” kata Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan ketika melayat salah satu korban tewas di Jagakarsa, Jakarta Selatan, Kamis (6/10/2022) malam.

Selain itu, Pemprov DKI juga siap mendukung apabila diperlukan tempat sementara untuk proses belajar mengajar.

Pihaknya sudah menyampaikan kesiapan itu Kepada Kantor Wilayah Kementerian Agama DKI Jakarta yang membawahi MTsN tersebut.

“Kami siap untuk nanti mencari jalan keluar apabila diperlukan ekstra,” ucapnya.

Baca juga
PM Israel Minta Buka Dialog dengan Indonesia dan Arab Saudi

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu menambahkan peristiwa tragis itu menjadi bahan pembelajaran kepada semua untuk meninjau kembali latar belakang kejadian robohnya sebagian bangunan dan tembok pembatas di sekolah tersebut.

“Ini bahan pembelajaran untuk kami semua untuk mereviu kembali prosesnya sehingga peristiwa ini bisa terjadi. Mengapa ini perlu dilakukan agar kami bisa mencegah agar kejadian ini tidak terulang,” ucap Gubernur Anies.

Peristiwa tersebut menyebabkan tiga pelajar meninggal dunia karena tertimpa tembok pembatas sekolah yang roboh akibat banjir di Pondok Labu, Cilandak, Jakarta Selatan, pada Kamis sekitar pukul 14.50 WIB.

Tembok sekolah yang roboh tersebut diduga akibat hujan deras yang memicu luapan air dari saluran penghubung Pinang Kalijati dan aliran sungai yang berada di belakang sekolah itu.

Baca juga
Airlangga: Golkar Bertekad Kuningkan Pulau Sumatera di Pemilu 2024

Dari rekaman video yang beredar di media sosial merekam detik-detik robohnya tembok tersebut.

Di rekaman itu tampak saat hujan deras dan air menggenangi halaman sekolah, sejumlah anak-anak terlihat bermain di sekitar tembok pembatas sekolah dan beberapa saat kemudian tembok tersebut runtuh dan menimpa sejumlah pelajar.

Selain tiga korban tewas, tercatat ada tiga orang pelajar yang mengalami luka-luka dan mendapatkan perawatan di RS Prikasih, Jakarta Selatan.

Tinggalkan Komentar