Pemprov DKI Tak Temukan Kasus Positif COVID-19 pada 610 Sekolah yang Ikut PTM

Pemprov DKI Tak Temukan Kasus Positif COVID-19 pada 610 Sekolah yang Ikut PTM - inilah.com
(foto: disdik.jakarta.go.id)

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tidak menemukan kasus positif COVID-19 pada 610 sekolah yang mengikuti Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Terbatas saat Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

“Berdasarkan data di lapangan, sejak dimulai PTM Terbatas tahap satu tidak terdapat kasus COVID-19,” kata Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Nahdiana di Jakarta, Jumat (24/9/2021).

Menurut dia, saat ini Dinas Pendidikan DKI Jakarta telah menyiapkan prosedur penanganan apabila ditemukan kasus positif COVID-19 karena tidak menutup kemungkinan terjadi penularan.

Pihaknya, lanjut Nahdiana, sudah membuat standar prosedur darurat penghentian sementara kegiatan PTM untuk melakukan pelacakan, tes dan perawatan serta sekolah ditutup sementara selama 3×24 jam untuk penyemprotan disinfektan.

Baca juga  Pemerintah Klaim Kasus Aktif Covid-19 Turun Signifikan

Dinas Pendidikan DKI Jakarta juga bekerja sama dengan Dinas Kesehatan DKI Jakarta untuk melakukan tes usap (swab) antigen secara berkala di sekolah-sekolah yang melakukan PTM Terbatas, untuk melihat persentase kasus positif yang ada di sekolah.

Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan DKI Jakarta Dwi Oktavia menegaskan informasi soal kasus positif di sekolah yang beredar di masyarakat adalah kasus sebelum PTM Terbatas dimulai.

Sehingga, lanjut dia, tidak ada hubungan dengan PTM Terbatas dan tidak sesuai dengan fakta yang ditemukan di lapangan.

Sebelumnya, beredar informasi di masyarakat yang menyebutkan ada 25 klaster COVID-19 selama PTM Terbatas.

Baca juga  Guru-Siswa di Bogor Terpapar COVID-19, Kemenkes Periksa Massal

Dinas Pendidikan DKI Jakarta telah menelusuri data Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar Menengah (PAUD Dikdasmen) Kemendikbudristek soal klaster sekolah di Ibu Kota.

Berdasarkan penelusuran di lapangan, survei yang dilakukan Ditjen PAUD Dikdasmen tersebut adalah survei yang dilakukan kepada responden sekolah dan bukan berdasarkan hasil surveilans Dinas Kesehatan tentang kasus positif yang ditemukan.

Survei tersebut dilaksanakan untuk periode Januari hingga September 2021, sehingga tidak menggambarkan kasus baru pasca PTM terbatas dimulai.

Dinas Pendidikan DKI mencatat dari 25 sekolah yang disebut klaster COVID-19 tersebut, hanya dua sekolah termasuk dalam 610 sekolah yang mengikuti PTM Terbatas tahap satu mulai 30 Agustus 2021, yaitu SMP Cindera Mata Indah dan SMKS Yadika 2 Jakarta.

Baca juga  Rusia Alami Kasus COVID-19 Varian AY42, Lebih Berbahaya dari Varian Delta

Tinggalkan Komentar