Rabu, 18 Mei 2022
17 Syawal 1443

Pemprov DKI Tambah Lokasi Isolasi Terkendali Jadi 12 Titik

Lokasi Isolasi
(ist)

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menambah lokasi isolasi terkendali menjadi 12 titik dari sebelumnya enam titik untuk mengantisipasi peningkatan pasien COVID-19 tanpa gejala dan tanpa komorbid.

“Ada beberapa penambahan. Kami juga siapkan rumah susun bila diperlukan,” kata Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria di Balai Kota Jakarta, Selasa (15/2/2022).

Selain di rumah susun (rusun), Pemprov DKI juga menyiagakan gelanggang olahraga dan pusdiklat yang dapat dimanfaatkan untuk tempat isolasi terkendali.

Adapun lokasi isolasi terkendali tersebut adalah Cik’s Mansion – Jakarta Pusat, Graha Wisata Ragunan – Jakarta Selatan, dan Graha Wisata Taman Mini Indonesia Indah (TMII) – Jakarta Timur.

Baca juga
Gila! Mantan Striker Aston Villa Ini Minta MU Tendang Cristiano Ronaldo

Kemudian, Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) – Jakarta Selatan, Masjid Raya KH Hasyim Ashari – Jakarta Barat, dan Wisma Adhyaksa Puri Loka – Jakarta Timur.

“Kami berharap tempat yang disiapkan ini tidak digunakan, mudah-mudahan kasusnya menurun. Alhamdulillah kasusnya cukup baik penurunannya,” ujar Wagub Riza.

Berdasarkan data Pemprov DKI Jakarta, dari lokasi isolasi yang disiapkan tersebut, baru tiga lokasi yang terisi dan itu pun tidak penuh.

Graha Wisata TMII misalnya dari kapasitas 100 tempat tidur yang terisi baru 25 unit, kemudian Masjid Raya KH Hasyim Ashari baru terisi 10 orang dari total kapasitas 200 tempat tidur. Kemudian, Wisma Adhyaksa baru terisi 12 dari total kapasitas 200 tempat tidur.

Baca juga
Aktivitas Giring Sering Dibully Netizen di Medsos

Dinas Kesehatan DKI mencatat hingga Senin (14/2/2022) terdapat penambahan kasus aktif yang dirawat atau diisolasi sebanyak 10.126 orang sehingga total menjadi 83.628 kasus.

Sedangkan tambahan kasus positif mencapai 10.275 orang sehingga total sejak COVID muncul pertama di Jakarta sekitar Maret 2020 mencapai 1.073.483 orang.

Dalam sepekan terakhir sebanyak 360.202 orang menjalani tes usap PCR atau 22,2 persen yang sudah melampaui standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencapai 10.645 orang dalam sepekan.

Tinggalkan Komentar