Sabtu, 01 Oktober 2022
05 Rabi'ul Awwal 1444

Pemuda Harus Jadi Bagian Sejarah Peradaban Manusia

Rabu, 30 Mar 2022 - 09:59 WIB
Penulis : Willi Nafie
Editor : Ibnu Naufal
Wakil Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI) Komjen Pol (Purn) DR (HC) H Syafruddin, MSI. Foto: istimewa

Wakil Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI) Komjen Pol (Purn) DR (HC) H Syafruddin, MSI mengajak pemuda-pemuda Islam untuk menjadi bagian sejarah peradaban manusia sebagaimana yang tokoh-tokoh Islam terdahulu lakukan pada ratusan tahun yang lalu. Islam, menurut Syafrudin, tidak pernah lepas dari peradaban manusia di muka Bumi dan peradaban Islam telah mengubah peradaban manusia yang tidak menjadi baik.

“Imperium Islam pernah berjaya di muka Bumi dan meluruskannya. Dari mulai ilmu pengetahuan dan teknologi, kontemporer dan modern. Ini semua sejarah sebagai motivasi untuk membangkitkan kembali Islamic civilization,” ujar Syafruddin pada perayaan 40 tahun Gerakan Pemuda Ka’bah (GPK), Selasa (29/03/2022) kemarin.

Baca juga
Gowes Bareng 11 Pimpinan Ponpes, Syafruddin Dianugerahi Gelar Gus

Ia mencontohkan tokoh Islam Ibnu Sina atau Avicenna yang terkenal sebagai bapak kedokteran. Hingga kini temuannya menjadi rujukan para ilmuwan, bahkan yang bukan beragama Islam. Kejayaan Islam ini, katanya, bahkan mendunia hingga ke Eropa. Prediksinya, dalam 15 tahun mendatang Benua Eropa akan menjadi benua hijau atau benua Islam.

Pemuda muslim Indonesia juga bisa mengambil bagian dari torehan sejarah Islam. Keterlibatan pemuda Indonesia dalam sejarah peradaban dunia tersebut, kata Syafruddin, bisa memulainya dengan cara mengetaskan buta Al-Qur’an di antara penduduk muslim Indonesia yang berjumlah 224 juta. Menurut Syafruddin, hasil riset yang dilakukan oleh organisasi-organisasi kepemudaan di bawahnya menemukan bahwa masih terdapat 65% dari 224 juta muslim di Indonesia yang tidak bisa membaca Al-Qur’an dan hanya 35% yang bisa membaca kitab suci tersebut.

Baca juga
Manipulasi Tanda Tangan Ketum dan Sekjen DMI, Arief Rosyid Dipecat

“Saya memohon dan meminta GPK sebagai pemuda organisasi Islam, tolong bantu. Jangan hanya kuantitas Islam yang besar, tapi juga kualitas. Kalau mau disegani, tidak mau dicemooh, maka harus tingkatkan kualitas,” imbuhnya.

Syafruddin juga mengingatkan bahwa banyak isi Al-Qur’an yang terkait dengan ilmu pengetahuan yang belum umat Islam gali. Ironisnya, banyak pihak yang bukan muslim justru malah mengkaji isi Al-Qur’an untuk mendapatkan pengetahuan.

Tinggalkan Komentar