Senin, 06 Februari 2023
15 Rajab 1444

Pemukim Yahudi Bentuk Milisi Bersenjata di Tepi Barat

Kamis, 22 Sep 2022 - 13:13 WIB
Penulis : DSY
Editor : Ibnu Naufal
Milisi bersenjata Yahudi (Foto: Ynetnews)
(Foto: Ynetnews)

Perdamaian di Palestina tampaknya makin jadi harapan yang kian jauh dari kenyataan. Para Yahudi, pemukim Israel di Tepi Barat yang diduduki kini telah membentuk milisi bersenjata, dan melakukan berbagai operasi malam hari yang merugikan warga Palestina di tanah mereka.

Hal tersebut dilaporkan seorang penyiar dari stasiun resmi Bernama Kan. Dia melaporkan bahwa apa yang disebut sebagai “Civilian Guard” yang kini terbentuk  akan membantu tentara pendudukan Israel dan makin menyulitkan posisi warga Palestina.

Senin malam lalu, para pemukim illegal itu meluncurkan patroli malam di Route 60. Rute ini juga melewati kota Palestina Hawara, selatan Nablus.

Baca juga
Rasisme Anti-Palestina di Antara Ketidakpedulian Barat

Kan mengutip pemukim Kobi Zayat yang mengatakan bahwa selama sekitar enam bulan pemukim menghadapi lemparan batu setiap hari oleh warga Palestina di jalan yang melewati Hawara. Mereka mengklaim bahwa mereka tidak memiliki jalan lain untuk digunakan untuk mengakses Yerusalem dan Israel tengah.

Zayat tinggal di pemukiman ilegal Yitzhar. Dia menambahkan bahwa setelah dua serangan penembakan minggu lalu, para pemukim memutuskan untuk membantu tentara melindungi diri mereka sendiri dan memperkuat rasa aman para pemukim. Sekarang ada kekhawatiran bahwa pemukim bersenjata akan melakukan pembalasan terhadap warga Palestina di daerah tersebut.

Pada Januari 2022, Menteri Keamanan Dalam Negeri Israel, Omer Bar-Lev, mengakui bahwa para pemukim mempraktekkan “teror terorganisasi” terhadap warga Palestina di Tepi Barat yang diduduki. Jumlah serangan oleh pemukim terhadap warga Palestina di Tepi Barat, yang dilakukan di depan tentara Israel, telah berlipat ganda baru-baru ini. Serangan tersebut termasuk serangan fisik, vandalisme dan pembakaran properti dan tanaman, kata orang Palestina.

Baca juga
Mahmoud Abbas: Israel Bertanggung Jawab atas Kematian Wartawati Al Jazeera

Menurut gerakan hak asasi manusia Israel, “Peace Now”, sekitar 666.000 pemukim Israel tinggal di 145 pemukiman besar dan 140 pos terdepan (bahkan tidak  memiliki lisensi pemerintah Israel) di Tepi Barat yang diduduki dan Yerusalem Timur. Semua pemukim Israel dan pemukiman mereka adalah ilegal menurut hukum internasional. [middle east monitor]

Tinggalkan Komentar