Jumat, 12 Agustus 2022
14 Muharram 1444

Pemulihan Ekonomi Berlanjut, R&I Pertahankan ‘Investment Grade’ Indonesia

Selasa, 05 Jul 2022 - 09:53 WIB
Penulis : Ahmad Munjin
Pemulihan Ekonomi Berlanjut, R&I Pertahankan ‘Investment Grade’ Indonesia - inilah.com
Foto: iStockphoto.com

Lembaga Pemeringkat Rating and Investment Information, Inc. (R&I) mempertimbangkan terjaganya stabilitas eksternal Indonesia yang didukung momentum pemulihan ekonomi yang terus berlanjut dan perbaikan postur fiskal. R&I pun kembali mempertahankan sovereign credit rating atau peringkat utang Indonesia pada BBB+ (investment grade) dengan outlook stabil pada 4 Juli 2022.

R&I juga melihat kebijakan moneter yang masih memiliki ruang di tengah inflasi yang meningkat secara gradual dan perbaikan fiskal didukung kenaikan harga komoditas.

Menanggapi keputusan R&I, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menyatakan afirmasi peringkat Indonesia menunjukkan pemangku kepentingan internasional tetap memiliki keyakinan yang kuat atas terjaganya stabilitas makroekonomi dan prospek ekonomi jangka menengah Indonesia.

Baca juga
Golkar Harap Penolakan UAS Tidak Pengaruhi Hubungan RI-Singapura

“Apalagi, keputusan tersebut di tengah ketidakpastian ekonomi global yang masih tinggi, peningkatan risiko stagflasi seiring kenaikan suku bunga kebijakan secara global di tengah ekonomi yang baru pulih, serta makin luasnya kebijakan proteksionisme oleh berbagai negara,” katanya dalam keterangan resmi di Jakarta, Selasa (5/7/2022).

Hal ini didukung oleh kredibilitas kebijakan yang tinggi serta sinergi bauran kebijakan yang kuat antara BI dan pemerintah.

Ke depan, bank sentral akan terus mencermati perkembangan ekonomi dan keuangan global dan domestik, merumuskan dan melaksanakan langkah-langkah yang diperlukan untuk memastikan stabilitas makroekonomi dan stabilitas keuangan, termasuk penyesuaian lebih lanjut sikap kebijakan bila diperlukan, serta terus memperkuat sinergi dengan pemerintah untuk mempercepat pemulihan ekonomi nasional.

Baca juga
Prabowo dan Putra Raja Salman Bahas Kerja Sama Pertahanan RI-Arab Saudi

R&I memperkirakan ekonomi Indonesia akan tumbuh kuat pada 2022, di mana pemerintah memproyeksikan pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) akan berada pada kisaran 4,8 persen sampai 5,5 persen pada 2022.

Untuk meredam dampak kenaikan harga komoditas global terhadap inflasi, pemerintah telah menaikkan alokasi subsidi dan belanja sosial (shock absorber), yang akan dibiayai melalui peningkatan penerimaan. Ini sejalan dengan tingginya harga komoditas.

Pada sisi eksternal, neraca transaksi berjalan mencatatkan surplus pada 2021, yang didukung oleh perbaikan terms of trade seiring kenaikan harga komoditas dan kembali mencatatkan surplus pada triwulan I-2022.

R&I sebelumnya mempertahankan peringkat utang Indonesia pada BBB+ dengan outlook stabil (dua level di atas tingkat terendah investment grade) pada 22 April 2021.

Tinggalkan Komentar