Minggu, 14 Agustus 2022
16 Muharram 1444

Penampakan Surat Telegram KSAD Dudung Kirim Ajudan Pribadi untuk Anggota DPR Hillary

Jumat, 03 Des 2021 - 20:15 WIB
Penulis : Fadly Zikry
Anggota DPR Hillary Brigitta - inilah.com
instagram.com/hillarybrigitta

Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Dudung Abdurrachman akhirnya menarik kembali ajudan untuk anggota Komisi I DPR Hillary Brigitta Lasut.

Hal ini disampaikan oleh Ketua Komisi I DPR Meutya Hafid. Komisi sudah berbicara dan berkoordinasi dengan KSAD Dudung terkait permintaan yang tak biasa dilakukan oleh seorang anggota DPR.

“KSAD sampaikan pengamanan sementara ditarik dulu untuk dipelajari urgensinya,” kata Meutya kepada wartawan, Jumat (3/12/2021).

Surat yang dikirimkan Hillary ke KSAD Dudung ternyata tanpa sepengetahuan Komisi I. Hillary juga tidak berkoordinasi dengan pimpinan fraksi NasDem terkait surat permintaan pengamanan dari TNI.

Sebelumnya KSAD Dudung sempat menyurati Pangkostad dan Danjen Kopassus untuk meminta tentara bintara menjadi ajudan pribadi Hillary melalui Surat Telegram nomor ST/3274/2021 tanggal 25 November 2021.

Baca juga
Data Warga Miskin Tak Valid, Bivitri: Saya Bilang Pemerintah Belum Siap

Berikut penampakan Surat Telegram KSAD Dudung tersebut

Surat Telegram KSAD - inilah.com

Dalam dokumen surat yang didapat inilah.com, juga disertakan syarat calon ajudan pribadi Hillary Brigitta. Syarat tersebut yaitu:

1. Pangkat Sertu, usia 24-27 tahun
2. Belum pernah menikah
3. Memiliki motivasi, inisiatif tinggi
4. Bekerja tanggap, cekatan, solutif dan cakap bekerjasama dalam tim.
5. Sehat jasmani dan rohani
6. Tidak sedang menjalani proses hukum
7. Melampirkan RH terbaru

“Daftar nama personel dikirim kepada KASAD UP ASPERS paling lambat tanggal 1 Desember 2021 pukul 14.00 WIB, sebagai pendahuluan dikirim melalui fax atau melalui email,” tulis surat KSAD tersebut.

Baca juga
Bima Arya Ungkap PAN dan KIB Masih Terbuka Soal Capres-Cawapres

Surat itu ditembuskan kepada KASAD, WaKASAD, IRJENAD, Aspers Panglima TNI dan Asintel KASAD. Surat itu ditandatangai oleh Aspers KSAD Mayjen Wawan Ruswandi. Namun begitu, belum ada konfirmasi resmi mengenai surat telegram KSAD tersebut.

Sebelumnya, politikus Partai NasDem Hillary Brigitta memberikan sejumlah alasan meminta pengawalan TNI. Sederet alasan itu karena tugas yang berat dan sensitif hingga belum menikah.

“Kalau ditanya kenapa, jujur saja saya harus mengakui, cukup tidak mudah untuk menjadi seorang perempuan berusia 20-an dan belum menikah, khususnya di dunia politik yang dinamis dan tidak tertebak. Keharusan untuk tugas luar, bertemu banyak orang, dan bertemu masyarakat sampai larut malam, serta mengutarakan pendapat dan suara rakyat yang terkadang berbeda haluan dengan kepentingan sebagian golongan kuat membuat ancaman dan rasa khawatir tidak terelakkan,” kata Hillary dalam akun instagramnya, Kamis (2/12/2021).

Tinggalkan Komentar