Minggu, 02 Oktober 2022
06 Rabi'ul Awwal 1444

Penampilan Puan saat Sidang MPR Diobrolin Warganet, Sempat Dipandang Sebelah Mata

Rabu, 17 Agu 2022 - 12:03 WIB
A82eabf3 76e5 4236 B90f 2cf08301fdc6 - inilah.com
Ketua DPR Puan Maharani menghadiri dan berpidato pada sidang tahunan MPR dan sidang DPR bersama DPD, Selasa (16/8/2022). Foto: @Puanmaharaniri

Penampilan dan pidato Ketua DPR Puan Maharani saat sidang tahunan MPR, Selasa (16/8/2022), jadi bahan obrolan warganet. Ada yang mengaku sempat memandang sebelah mata cucu proklamator RI Bung Karno itu namun kini memiliki persepsi berbeda.

Puan dalam sidang tahunan MPR dan sidag bersama DPR dan DPD mengenakan busana desainer Didiet Maulana, kebaya batik warna angkin merah hati dan menyinggung Pancasila dalam pidatonya. Entah apa yang membuat tampilan dan pidato Puan menjadi menarik, namun pemilik akun @anis_anastasiaperwitasari mengaku tidak lagi memandang eks Menko PMK sebelah mata.

“Saya dulu memandang sebelah mata, karena (jangan-jangan) backgroundnya sebagai cucu Soekarno, sehingga diangkat-angkat. Tapi pernah lihat pas di TV dalam satu wawancara, ternyata pemikirannya bagus dan pintar,” ucap Anis.

Pujian juga datang dari pemilik akun @kangsil2. Selain menilai Puan memiliki kharisma saat berpidato, gaya berbusana Puan yang menonjolkan pakaian daerah dan khas Indonesia dianggapnya baik. Alasannya turut mempromosikan kearifan lokal.

Baca juga
Warga Diminta Isi Pertalite Pakai MyPertamina, Netizen Ngamuk di Review Aplikasi Playstore

“Saya selalu melihat beliau (Puan Maharani) secara tidak langsung acap kali mempromosikan khas-khas daerah seperti kuliner, kerajinan, dan bahkan kebaya Kutubaru yang dikenakannya. Menurut saya keren,” tuturnya.

Pengusaha Peter F Gontha turut mengomentari penampilan Puan dalam sidang kabinet itu. Eks Dubes RI untuk Polandia menilai Puan kini lebih berkarakter, dewasa dan memiliki aura pemimpin.

“Puan Maharani menunjukkan kedewasaan dan auranya sebagai pemimpin. Yang suka boleh suka, tapi yang tidak suka harus jujur. Pidato, intonasi, dan cara menyampaikan pesannya luar biasa,” ujar Gontha, melalui unggahan Instagram @petergontha.

Dalam pidatonya, Puan menekankan Pancasila sebagai kekuatan nasional bangsa Indonesia. Pancasila menjadi aspek utama dalam kehidupan berbangsa dan bermasyarakat. Artinya, meninggalkan Pancasila sama saja menghilangkan karakter Indonesia sebagai bangsa yang toleran.

Baca juga
Puan Temui Surya Paloh Tanpa Didampingi Mega, Jalankan Instruksi Partai

 

 

Tinggalkan Komentar