Jumat, 27 Januari 2023
05 Rajab 1444

Penanganan Kasus Korupsi BTS Kominfo Naik ke Penyidikan, Sejumlah Perusahaan Digeledah

Rabu, 02 Nov 2022 - 22:44 WIB
Penulis : Aria Triyudha
Whatsapp Image 2022 11 02 At 17.55.16(1) - inilah.com
Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Kejagung Kuntadi (kiri) saat memberikan keterangan pers terkait penanganan perkara dugaan korupsi pengadaan BTS BAKTI Kominfo di Gedung Kejagung, Jakarta, Rabu (2/11/2022). (Foto: Antara/HO-Puspenkum Kejaksaan Agung)

Kejaksaan Agung (Kejagung) memutuskan untuk meningkatkan status penanganan perkara dugaan korupsi proyek penyediaan infrastruktur Base Transceiver Station (BTS) di Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) ke tahap penyidikan.

Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejagung Agung Kuntadi mengatakan, keputusan meningkatkan status penanganan perkara ke tahap penyidikan mengemuka setelah penyidik melakukan gelar perkara dan memeriksa sekitar 60 orang saksi.

“Berdasarkan hasil ekspose tersebut ditetapkan, diputuskan telah terdapat alat bukti yang cukup untuk ditingkatkan penyidikan kasus dugaan tindak pidana korupsi dalam penyediaan infrastruktur BTS dan infrastruktur pendukung Paket 1,2,3,4 dan 5 BAKTI Kominfo tahun 2020 sampai dengan 2022,” kata Kuntadi di Jakarta, Rabu (2/11/2022).

Baca juga
KPK Angkut Tujuh Koper Usai Geledah Kantor DPRD DKI

Kerugian negara terkait dugaan korupsi itu disebut sekitar Rp1 triliun dari nilai kontrak pembangunan BTS yang mencapai Rp 10 triliun

Seperti dikutip Antara, Kuntadi menjelaskan, penyidik juga telah menggeledah beberapa perusahaan terkait penyidikan kasus tersebut. dengan tindak pidana itu. Beberapa perusahaan yang menjadi sasaran penggeledahan yaitu kantor PT Fiberhome Technologies Indonesia, PT Aplikanusa Lintasarta, PT Infrastruktur Bisnis Sejahtera, PT Sansasine Exindo, PT Moratelindo, PT Excelsia Mitraniaga Mandiri, dan PT ZTE Indonesia.

“Hasil penggeledahan telah ditemukan dokumen-dokumen penting yang terkait dengan penanganan perkara tersebut dan sedang kami pelajari dan kami dalami,” ujar Kuntadi.

Baca juga
Kasus Korupsi BTS Seret Tiga Tersangka, Salah Satunya Dirut Bakti Kominfo

Ia menyebutkan lima paket proyek yang ditangani BAKTI atau Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi Kominfo itu berada di wilayah terluar, tertinggal dan terpencil (3T), seperti Papua, Sulawesi, Kalimantan, Sumatera, dan Nusa Tenggara Timur (NTT).

“Untuk wilayahnya meliputi wilayah Indonesia terluar, tertinggal, terpencil. Di Papua ada, Sulawesi, Kalimantan ada, di Sumatera, di NTT ada. Kemudian BTS itu ada sekian ribu titik,” ungkap Kuntadi.

Berdasarkan hasil penelusuran, proyek tersebut diinisiasi sejak akhir 2020 dan terbagi dua tahap dengan target sebanyak 7.904 titik blankspot serta 3T hingga 2023. Tahap pertama, BTS berdiri ditargetkan pada 4.200 lokasi rampung tahun 2022 dan sisanya dirampungkan tahun 2023.

Tinggalkan Komentar