Jumat, 27 Mei 2022
26 Syawal 1443

Penasihat Keuangan: Belajar Inflasi Riil dari Sebuah Gorengan

Penasihat Keuangan: Belajar Inflasi Riil dari Sebuah Gorengan- inilah.com
Fahd Pahdepie, CEO Inilah.com sekaligus Founder Revolusi Kedai Kopi (kiri) bersama Financial Advisor, Bareyn Mochaddin (kanan). Foto: Inilah.com/Didik Setiawan.

Setiap orang memiliki batas usia produktifnya. Karena itu, penting bagi setiap orang untuk menyiapkan dana pensiun di masa-masa produktifnya itu dengan berinvestasi agar tidak kalah oleh inflasi.

“Untuk pensiun dengan nyaman, kita membutuhkan dana paling tidak Rp1,8 miliar. Angka ini untuk kebutuhan pensiun 15 tahun hingga tutup usia (katakanlah) di umur 70. Dan ini tidak bisa mengejarnya dengan menabung dan deposito karena kalah oleh inflasi,” kata Financial Advisor, Bareyn Mochaddin di Jakarta, Jumat (25/3/2022).

Bareyn menyampaikan hal tersebut dalam kegiatan Revolusi Kedai Kopi bersama Fahd Pahdepie, CEO Inilah.com sekaligus Founder Revolusi Kedai Kopi dengan tema ‘Revolusi Diri, Revolusi Rezeki: Menata Keuangan, Menata Masa Depan,” di Inilah Corner, Cipete Utara, Jakarta Selatan.

Baca juga
Tol Binjai-Langsa Mangkrak karena Pembebasan Lahan, LMAN Siram Rp650 Miliar
Fahd Pahdepie, Founder Revolusi Kedai Kopi - inilah.com
Foto: Inilah.com/Didik Setiawan

Inflasi Riil sebuah Gorengan

Lebih jauh ia mengajak untuk belajar inflasi riil dari sebuah gorengan. Harganya Rp200 per gorengan di 2008 dan sekarang Rp2.000. Artinya, sebuah gorengan sudah naik signifikan Rp1.800 atau 900 persen selama 16 tahun.

Belajar dari inflasi riil gorengan tersebut, sebagian besar orang tidak dapat mengejar inflasi dengan hanya menabung. Sebab, selain nilai tabungan tergerus inflasi, bunganya juga habis oleh biaya administrasi, biaya transfer, dan ATM.

“Alih-alih menyiapkan pensiun, nilai uang yang kita tabung tergerus pula oleh inflasi. Dulu, Rp2 ribu itu dapat beli 10 gorengan, sekarang hanya satu. Padahal, angka uangnya sama tiga nol di belakang angka satu,” timpal dia.

Baca juga
Bhima: Gaduh IKN Nusantara Bikin Hengkang SoftBank

Inflasi riil gorengan tersebut merupakan salah satu contoh dari berbagai kenaikan harga, seperti biaya anak-anak sekolah, sembako, biaya hidup sehari-hari, dan bahkan pensiun.

Fahd Pahdepie, Founder Revolusi Kedai Kopi - inilah.com
Foto: Inilah.com/Didik Setiawan

Celakanya, kata dia, kebanyakan orang memilih menabung dan deposito untuk pensiun sehingga membutuhkan kerja yang lebih keras. “Sebagian ada yang berhasil karena mereka sudah mempersiapkan sejak dini. Mereka menyisikan sebagian dari uang jajan Rp400-500 saat masih mahasiwa,” ucapnya.

Padahal, ungkap Bareyn, dana pensiun bisa dikejar dengan menyisihkan Rp900 ribu hingga Rp1,5 juta per bulan di instrumen invstasi yang memberikan imbal hasil yang jauh lebih tinggi dari inflasi. “Entah itu di emas, obligasi, reksa dana, atau bahkan saham secara langsung,” ungkap dia.

Baca juga
Ketar-ketir Suku Bunga AS Naik, BI Ingin Bahas di Presidensi G20

Ia menegaskan, pemerintah menyatakan inflasi hanya 2-3%, tapi inflasi riilnya kita dapat belajar dari sepotong gorengan tadi yang mencapai 56,25% per tahun.

“Inflasi secara umum bisa mencapai 12% per tahun,” ucapnya. “Karena itu, jangan ditunda dan jangan hanya menunggu untuk investasi.”

Dengan skema menabung, orang akan susah untuk mencapai Rp1,8 miliar dengan rata-rata gaji di bawah Rp10 juta. Dengan gaji Rp10 juta pun, orang harus menabungkan seluruh gajinya sebesar Rp120 juta per tahun dikali 15 tahun.

“Usia 70, uang kita enggak cukup (untuk pensiun) kalau hanya menabung,” imbuh Bareyn.

Tinggalkan Komentar