Sabtu, 25 Juni 2022
25 Dzul Qa'dah 1443

Pencarian Anak Ridwan Kamil Dilanjutkan dengan Drone Canggih hingga Penyelaman

Sabtu, 28 Mei 2022 - 15:02 WIB
8fcf5b68 F753 4fbd B0d5 8901c54ef4ba - inilah.com
Tangkapan layar Dubes RI untuk Swiss, Muliaman Hadad (tengah) saat memberikan penjelasan mengenai perkembangan pencarian anak Gubernur Jabar Ridwan Kamil, Emmeril Khan Mumtadz melalui konferensi pers virtual, Sabtu (28/5/2022). Foto: Inilah.com/Harris Muda

Duta Besar RI untuk Swiss Muliaman Hadad memastikan proses pencarian anak Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil, Emmeril Khan Mumtadz atau Eril yang hanyut di Sungai Aare, Swiss berlanjut. Pencarian melalui pengerahan drone canggih hingga penyelaman.

“Hari ini, Sabtu sekitar pukul 8.30 waktu Swiss, Tim SAR masih akan melanjutkan upaya pencarian, metode lebih intensif, yaitu dengan perahu atau boat, drone untuk menyisir tepian, dan melakukan penyelaman,” kata Hadad dalam konferensi pers secara virtual yang diikuti Inilah.com di Jakarta, Sabtu (28/5/2022)

Drone itu, kata Hadad, menyisir seluruh sudut sungai dengan terbang rendah hingga seluruh permukaan arus Sungai Aare terlihat jelas.

Baca juga
Pemprov Jabar Koordinasi dengan Keluarga Ridwan Kamil Soal Pemakaman Eril

“Drone pada hari ini berbeda. Drone  akan terbang sepanjang arus sungai dengan teknologi tertentu dengan manuver jengkal demi jengkal dari topografi sungai itu” jelas Hadad.

Tim SAR setempat sempat menggunakan metode hampir serupa pada hari kejadian Eril hilang terbawa arus Sungai Aare, Kamis (26/5/2022). Tepatnya, sekitar pukul 09.40 pagi waktu Swiss atau pukul 14.40 WIB. Saat itu, drone pelacak suhu panas tubuh alias drone thermal jadi opsi pihak otoritas setempat melacak keberadaan Eril.

Namun Hadad menyebut, pencarian menggunakan drone termal tak membuahkan hasil lantaran tingkat efektifitas tergolong minim. Terlebih, pengerahan drone itu sudah lebih dari beberapa jam setelah anak Ridwan Kamil hilang terseret arus.

Baca juga
Pertarungan Adu Gengsi Jabar, Jatim dan DKI Jakarta di Cabang Karate PON Papua

“Drone thermal ini efektif pada menit-menit awal sehingga bisa mendeteksi panas tubuh. Maksimal sekitar 15 menit setelah kejadian. Tapi saat pencarian awal itu belum membuahkan hasil,” tegas Hadad.

Terkait upaya pencarian dengan penyelaman, Hadad memaparkan, langkah tersebut berdasarkan situasi dari Sungai Aare. Salah satunya mempertimbangkan tingkat kekeruhan dan suhu air. [yud]

 

 

Tinggalkan Komentar