Kamis, 06 Oktober 2022
10 Rabi'ul Awwal 1444

Pencegahan Menguat, Pejabat Jangan Coba Korupsi

Selasa, 13 Apr 2021 - 11:42 WIB
Penulis : Willibrodus Nafie
Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko

INILAHCOM, Jakarta - Para pejabat negara, diminta jangan coba-coba melakukan praktek korupsi. Saat ini pemerintah sudah mempunyai strategi yang kuat membongkar tindakan korupsi di Indonesia. Hal ini disampaikan Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, saat menjadi pembicara dalam acara Strategi Nasional Pencegahan Korupsi Tahun 2021-2022.

"Sistem pencegahan korupsi sudah semakin kita perkuat dari hulu ke hilir. Jadi bagi siapapun yang masih nekad pasti akan disikat tanpa pandang bulu," kata Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Selasa (13/4/2021).


Moeldoko memastikan Pemerintah sudah menyiapkan enam aksi dalam strategi nasional (Stranas) pencegahan korupsi (PK) periode 2021 sampai 2022.  Skema itu diharapkan dapat membantu Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menghilangkan tindakan korupsi di Indonesia.

"Strategi nasional pencegahan korupsi adalah komitmen kuat pemerintah bersama-sama dengan KPK sebagai upaya untuk menciptakan pemberantasan korupsi yang sistemik, kolaboratif, dan berdampak nyata," kata Moeldoko.

Moeldoko mengatakan, enam aksi tersebut ditujukan untuk menjadi poin penting tahun ini yakni percepatan perizinan dan tata kelola ekspor impor. Lalu, memperkuat efektifitas dan efisiensi pengadaan barang dan jasa. Aksi ketiga yakni pemanfaatan nomor induk kependudukan (NIK) untuk ketepatan subsidi. Kemudian, penguatan surat penyediaan dana (SPD) untuk ketepatan subsidi.


"Kelima, penguatan pengendalian internal pemerintah. Terkahir adalah penguatan integritas aparat penegak hukum bersama enam aksi lain, yang berpotensi menjadi game changer apabila dilaksanakan secara sungguh-sungguh dan berorientasi hasil," jelas Moeldoko.  [wll]