Jumat, 01 Juli 2022
02 Dzul Hijjah 1443

Pendanaan Rp101 Miliar ke Bisnis Anak Jokowi Wujud “Karpet Merah” Investasi

Selasa, 07 Jun 2022 - 22:38 WIB
0112 053044 926a Inilah.com  - inilah.com
Dua putra Presiden Joko Widodo (Jokowi), Kaesang Pangarep (kiri) dan Gibran Rakabuming Raka. Foto: Antara

Pendanaan Rp101 miliar yang diterima perusahaan rintisan (startup) kuliner bernama Mangkokku milik Gibran Rakabuming Raka dan Kaesang Pangarep dinilai wujud “karpet merah” investasi. Sebab, kucuran dana itu diduga tak terlepas dari status Gibran dan Kaesang sebagai anak Presiden Joko Widodo (Jokowi).

“Jangan karena anak presiden lalu diberi “karpet merah” investasi, sedangkan yang lain tidak,” kata pengamat politik dari Universitas Al Azhar Indonesia, Ujang Komarudin  kepada Inilah.com, Selasa (7/6/2022).

Ujang menjelaskan, atas dasar itu kecurigaan publik pun akan bakal menyeruak. Sebab, publik dapat melihatnya pendanaan yang digelontorkan Alpha JWC Ventures, EMTEK dan partisipasi dari Cakra Ventures itu kental  konflik kepentingan.

Baca juga
Kepuasan Publik atas Kinerja Pemerintah Menurun, Pengamat: Jokowi Kecewakan Rakyat

Apalagi, kata Ujang melanjutkan, perusahaan anak Presiden Jokowi lumayan sering mendapatkan investasi. Artinya, tegas dia, jabatan presiden yang diemban Jokowi berpotensi dimanfaatkan secara politik.

“Mestinya investasi seperti itu dihindari. Jangan sampai rakyat mencium bau amis politik dalam investasi tersebut. Karena ekonomi dan politik itu saling terkait dan berhubungan,” imbuh Ujang.

Sebelumnya, perusahaan rintisan (startup) di bidang kuliner Mangkokku, milik Gibran dan Kaesang, kembali mendapatkan kucuran dana Seri A sebesar 7 juta dolar AS atau setara Rp101 milyar dari Alpha JWC Ventures, EMTEK dan partisipasi dari Cakra Ventures.

Dalam pandangan pengamat politik Ubedillah Badrun, pendanaan tersebut terbilang luar biasa di tengah banyak perusahaan rintisan mengalami kebangkrutan.

Baca juga
Banjir di Sintang, WALHI Tunggu Tindakan Konkret Jokowi

“Luar biasa bisnis putra Presiden ini. Mendapat suntikan dana baru di tengah banyak bisnis rintisan yang mengalami situasi susah dan berujung bangkrut. Apalagi perusahaan yang disuntik dana segar tersebut adalah perusahaan milik petinggi. Jadi ada semacam motif tertentu,” tuturnya.

 

Tinggalkan Komentar