Sabtu, 21 Mei 2022
20 Syawal 1443

Pendapatan Huawei di 2021 Tembus Rp1.400 Triliun

pendapatan huawei
(foto: AFP)

Perusahaan teknologi Huawei melaporkan bahwa pendapatan mereka pada 2021 mencapai 636,8 miliar yuan atau sekitar Rp1.400 triliun dengan laba bersih 113,7 miliar yuan atau sekitar Rp256 triliun.

Sementara itu, pengeluaran untuk riset dan pengembangan atau R&D mencapai 142,7 miliar yuan atau sekitar Rp321 triliun pada tahun tersebut.

“Kami sangat menghargai dukungan dari mitra pelanggan dan konsumen kami. Secara keseluruhan, pangsa pasar kami dari bisnis operator dan pendapatan dari bisnis karir sejalan dengan perkiraan kami,” ujar Chief Financial Officer Huawei Meng Wanzhou saat konferensi pers 2021 Annual Report secara virtual pada Senin (28/3/2022).

Wanzhou memaparkan, bisnis operator Huawei berhasil meraup 281,5 miliar yuan atau sekitar Rp634 triliun dan membantu operator di seluruh dunia untuk menyebarluaskan jaringan 5G.

Baca juga
Potensi Besar, Jokowi Ajak Warga NU Manfaatkan Blockchain-Marketplace

Hasil pengujian dari pihak ketiga menemukan bahwa jaringan 5G yang dibangun Huawei untuk pelanggan di 14 negara termasuk Swiss, Jerman, Finlandia, Belanda, Korea Selatan, dan Arab Saudi berhasil memberikan customer experience terbaik.

Dengan bekerja sama dengan operator dan mitra, Huawei telah menandatangani lebih dari 3.000 kontrak komersial untuk industri 5G, yang digunakan di sektor-sektor seperti manufaktur, pertambangan, pabrik besi dan baja, pelabuhan, hingga rumah sakit.

Tahun lalu, perusahaan teknologi asal China itu meluncurkan 11 solusi berbasis skenario untuk sektor utama seperti pemerintah, transportasi, keuangan, energi, dan manufaktur. Mereka juga membentuk beberapa tim khusus untuk menggabungkan sumber daya dengan cara yang lebih efisien dalam melayani kebutuhan pelanggannya.

Baca juga
Kuartal III 2021, Telkom Catat Laba Bersih Rp18,9 Triliun

Lebih dari 700 kota dan 267 perusahaan Fortune Global 500 telah memilih Huawei sebagai mitra transformasi digital. Kini, Huawei bekerja dengan lebih dari 6.000 mitra di seluruh dunia.

Sementara itu, bisnis konsumen Huawei meraup pendapatan 243,4 miliar yuan atau sekitar Rp548 triliun pada tahun 2021 dan terus melihat adanya pertumbuhan penjualan yang stabil di wearable, smart screen, true wireless stereo (TWS) earbuds, dan Huawei Mobile Services (HMS).

“Pendapatan dari handset, tablet, dan PC menurun karena beberapa pembatasan. Namun, wearable dan smart screen mencapai pertumbuhan yang sangat baik di atas 30 persen,” imbuh Wanzhou.

Baca juga
Laba Adhi Commuter Properti Moncer 185 Persen di Kuartal I-2022

Secara total, HarmonyOS digunakan di lebih dari 220 juta perangkat Huawei pada tahun 2021, menjadi sistem operasi perangkat seluler dengan pertumbuhan tercepat di dunia. Selama setahun terakhir, Huawei juga fokus membangun ekosistem openEuler, MindSpore, dan HarmonyOS.

Rotating Chairman Huawei Guo Ping mengatakan bahwa ke depannya, Huawei akan terus melakukan perjalanan dalam digitalisasi, transformasi yang cerdas, dan teknologi yang rendah karbon.

“Mengandalkan bakat, penelitian ilmiah, dan semangat inovatif, kami akan terus meningkatkan investasi dan membangun daya saing jangka panjang,” ujarnya.

Tinggalkan Komentar