Selasa, 27 September 2022
01 Rabi'ul Awwal 1444

Pengacara Brigadir J Minta PPATK Telusuri Harta Ferdy Sambo

Senin, 15 Agu 2022 - 19:30 WIB
Kamaruddin Dan Johnson - inilah.com
Kuasa Hukum keluarga almarhum Brigadir J, Kamaruddin Simanjuntak (kiri) bersama Johnson Pandjaitan (kanan) saat mendatangi Bareskrim Mabes Polri di Jakarta, Senin (18/7/2022) - (Foto: inilah.com/Didik Setiawan)

Pengacara keluarga Brigadir J atau Nofriansyah Yoshua Hutabarat, Kamaruddin Simanjuntak mempertanyakan harta kekayaan mantan Kadiv Propam Polri, Irjen Pol Ferdy Sambo yang memiliki sejumlah rumah mewah, mobil dan uang sehingga diduga mampu menebar suap ke berbagai pihak terkait kasus kematian Brigadir J.

“Jadi orang ini kalau sudah kebanyakan makan uang haram jadi otaknya sama hatinya udah busuk, haram jadinya. Makanya tidak boleh makan uang haram, cukupkanlah gajimu,” kata Kamaruddin, Senin (15/8/2022).

Bila hanya mengandalkan gaji sebagai Kadiv Propam Polri, sambung Kamaruddin, Ferdy Sambo takkan memiliki sejumlah aset bernilai fantastis. Bahkan, ia menduga penghasilan Ferdy Sambo mencapai Rp800 miliar hingga 1 triliun per bulan.

“Kamu liat enggak berapa hartanya, ada berapa Lexusnya. Itu uang dari mana, berapa emang gaji Kadiv Propam? Tanya sama Presiden sama DPR, emang kau kasih gaji berapa ini, Ferdy Sambo ini, kenapa dia rumahnya banyak, uangnya banyak, terus mobilnya, mobil-mobil Lexus banyak. Kemudian kok dia bisa istrinya katanya tergoncang, sakit, stress tapi kok bisa menyuap-nyuap orang,” tegasnya.

Baca juga
Bareskrim Setop Penyidikan Pelecehan Istri Ferdy Sambo

Untuk itu, Kamaruddin mendesak Presiden Jokowi untuk membentuk tim penyidik independen yang memiliki konektivitas untuk menelusuri aliran dana yang diduga dijadikan suap untuk memengaruhi perkara.

“Kenapa tidak melibatkan PPATK, apa ada kekhawatiran tentang aliran uang sampai jauh gitu. Jadi jangan-jangan uang yang besar-besaran ini yang informasinya Rp 800 miliar hingga 1 triliun perbulan ini mengalir hingga jauh, kenapa semua lembaga negara ini tutup mata. Jangan-jangan semua lembaga negara sudah tersandera mafia,” bebernya.

Peran Ferdy Sambo sebagai Kasatgassus juga menjadi sorotan karena menangani perkara besar, seperti judi online, narkoba, dan lainnya.

“Makanya harus kita selamatkan lembaga (Polri) ini dari mafia, terutama Polri kita selamatkan dari serangan mafia. Ditanya itu kenapa enggak dilibatkan PPATK, menelusuri uang judi online, narkoba, sabu-sabu sama minuman keras,” jelasnya.

Baca juga
Data BI Diretas, Analis: Mayoritas Serangan Siber karena Kelalaian Pegawai

Lacak Rekening Ajudan Ferdy Sambo

Kamaruddin juga mendesak Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) untuk melacak rekening dari seluruh ajudan Ferdy Sambo.

Pasalnya, ia menduga ada rekening gendut yang dimiliki salah satu ajudan Ferdy Sambo yang hingga kini masih bungkam atau memiliki keterbatasan dalam berbicara sehingga sulit mengungkap fakta terkait kasus kematian Brigadir J.

“Periksa semua rekening ajudan itu, libatkan PPATK, PPATK-lah yang bisa mengungkap itu. Berapa ember uang di rekening-rekening ajudan itu dan kemana aliran dan darimana aliran itu mengalir, termasuk rekening di BCA yang atas nama (orang yang) tidak bicara itu,” ungkapnya.

Baca juga
Pembunuhan Brigadir J, Puan Ultimatum Komisi III Awasi Polri

“Ada orang tidak bisa bicara, tetapi diduga punya rekening gendut di BCA. Kenapa atas nama orang tidak bisa bicara, supaya dimintai keterangan dia tidak bisa ungkapkan, karena tidak bisa bicara,” pungkasnya.

Sementara itu, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) belum merilis laporan harta kekayaan penyelenggara negara (LHKPN) Ferdy Sambo. KPK menyebut dokumen LHKPN Ferdy Sambo belum lengkap untuk diakses publik.

Tinggalkan Komentar