Minggu, 02 Oktober 2022
06 Rabi'ul Awwal 1444

Pengacara Sebut Ada Transfer Rp200 Juta ke Rekening Tersangka Pembunuhan Brigadir J

Selasa, 16 Agu 2022 - 17:20 WIB
Kuasa Hukum brigadir J ferdy sambo - inilah.com
Kuasa Hukum keluarga almarhum Brigadir J, Kamaruddin Simanjuntan (kiri) dan Johnson Pandjaitan (kanan) - (Foto: inilah.com/Didik Setiawan)

Pengacara keluarga Brigadir J atau Nofriansyah Yoshua Hutabarat, Kamaruddin Simanjuntak mengungkapkan, setelah Brigadir J dinyatakan tewas, ada aktivitas transaksi rekening milik Brigadir J, mentransfer uang Rp200 juta ke rekening salah satu tersangka pelaku pembunuhan.

Dia mengatakan, transaksi uang dari rekening Brigadir J terjadi pada Senin (11/7/2022), atau 3 hari setelah Brigadir J dinyatakan tewas ditembak.

“Tadi terkonfirmasi sudah, memang benar apa yg saya katakan bahwa tanggal 11 juli 2022 itu masih transaksi, orang mati mengirimkan duit. Nah kebayang enggak kejahatannya? Dari rekening almarhum mengalir ke tersangka Rp 200 juta,” kata Kamaruddin di Mabes Polri, Selasa (16/8/2022).

“Itu masih transaksi orang mati, mengirimkan duit, nah terbayang nggak kejahatannya. Orang mati dalam hal ini almarhum (Brigadir J) transaksi uang, mengirim duit ke rekeningnya salah satu tersangka. Ajaib toh, nah itulah Indonesia,” sambungnya.

Baca juga
Tergiur Minyak Murah dari Rusia, Berani Hadapi Tantangan Ini?

Untuk itu, Kamaruddin meminta Pusat Pelaporan dan Transaksi Analisis Keuangan (PPATK) terjun melakukan pelacakan dan penelusuran aliran dana yang berasal dari rekening Brigadir J. Sehingga, penyidik Polri nantinya dapat menemukan petunjuk terkait pelaku yang mencuri uang dan barang milik Brigadir J.

“Ternyata benar seperti saya katakan kemarin, melibatkan PPATK, mengapa ada transaksi sedangkan orangnya sudah mati?,” sebutnya.

Hingga kini pihaknya belum menemukan empat rekening, laptop merk Asus dan beberapa ponsel milik Brigadir J

Untuk itu, pihak keluarga melalui kuasa hukum telah melayangkan laporan pencurian terhadap sejumlah barang milik Brigadir J, sekaligus dengan laporan dugaan pembunuhan berencana ke Bareskrim Polri.

Baca juga
Polri Harus Bongkar Oknum Polisi yang Diduga Terlibat Mafia Tambang

“Seperti yang saya katakan lalu-lalu, ada empat rekening daripada almarhum ini dikuasai atau dicuri oleh terduga Ferdy Sambo dan kawan-kawan. HP, ATM-nya di empat bank, laptop bermerek Asus dan sebagainya,” paparnya.

Namun, ia belum membeberkan nama tersangka penerima uang Rp200 juta yang diambil dari rekening Brigadir J.

“Nah itu nanti biar diumumkan oleh (polisi), kalau saya yang umumkan nanti kesannya mereka ndak kerja,” pungkasnya.

Dalam kasus ini, Polri telah menetapkan empat tersangka, mereka yaitu Irjen Ferdy Sambo, Bharada E, Bripka Ricky dan KM. Keempatnya dikenakan pasal Pasal 340 subsider Pasal 338 juncto Pasal 55 dan Pasal 56 KUHP dengan hukuman pidana maksimal hukuman mati, atau penjara seumur hidup, atau 20 tahun perjara.

Tinggalkan Komentar