Senin, 15 Agustus 2022
17 Muharram 1444

Pengamat: Rekam Jejak Belum Oke, Pemilih Jokowi Sulit Dukung Sandi

Rabu, 08 Des 2021 - 15:43 WIB
Sandi4 - inilah.com
Sandiaga S Uno

Pengamat komunikasi politik, Cecep Handoko menilai, peluang Sandiaga S Uno untuk bertarung dalam Pilpres 2024, perlu kerja keras. Kuatnya faktor primodial menjadi sandungan bagi dirinya.

Dia menilai, efek sebelumnya dimana kental nuasa kampanye politik identitas menjadi sisi negatif untuk Sandi. Di mana, pendukung Jokowi akan lebih memilih Ganjar atau Prabowo.

Selain itu, belum ada rekam jejak keberhasilan Sandiaga di birokrasi. Ketika menjabat Wakil Gubernur DKI, tidak tuntas. Setelah kalah di Pilpres 2019, Sandi malah memilih untuk menjadi menteri,” ungkapnya di Jakarta, Rabu (8/12/2021).

Atas rekam jejak seperti itu, kata dia, publik menilai tidak adanya konsistensi dalam sosok Sandiaga S Uno yang saat ini menjabat Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf). Hal ini tentunya berpengaruh terhadap elektabilitasnya di 2024. “Ketika memutuskan bergabung ke kabinet, dua pihak kecewa, loyalisnya serta pendukung Jokowi,” tuturnya.

Cecep menilai, banyak pemilih Jokowi ketika di Pilpres sebelumnya beragam, multikultur, beragam etnis dan cenderung mengedepankan keterbukaan dan kampanye non politik identitas, sehingga bebas menentukan siapa yang akan dipilihnya nanti di Pilres 2024. “Pemilih Jokowi itu beragam dan realistis. Mereka akan memilih sosok yang sesuai dengan ideologi dan kriteria mereka.

Baca juga
Sandiaga: Film Indonesia Mampu Bersaing dan Menang Oscar

Selanjutnya, dia mengomentari duet Ganjar Pranowo-Erick Thohir, cukup punya peluang. “Erick dan Ganjar menarik karena keduanya punya latar belakang berbeda baik secara primordial maupun profesi dimana Ganjar politisi tulen sementara Erick seorang enterpreneur sukses,” kata Cecep.

Paduan keduanya cukup mewakili aspek primordial, yang menurut Cecep, masih kuat di Pilpres 2024. Di mana, Ganjar merupakan orang Jawa, sementara Erick berasal dari Sumatera. Perpaduan ini tentunya akan menjadi pertimbangan publik.

Namun begitu, kata Cecep, Pilpres 2024 masih cukup cair. Bisa saja muncul kuda hitam di antara seluruh nama yang beredar. termasuk tokoh militer seperti Gatot Nurmantyo dan lainnya.

Baca juga
Daftar Serentak ke KPU, KIB Makin Solid

Indikator Politik Indonesia, merilis survei bertajuk Kinerja Presiden, Pemulihan Ekonomi Pasca Pandemi dan Peta Elektoral Terkini, pada Minggu (5/12/2021). Dalam survei, nama Sandiaga Salahuddin Uno ternyata dijauhi mayoritas pendukung Jokowi dalam Pilpres 2019.

Survei menyebutkan, pemilih Jokowi condong kepada Prabowo Subianto dengan angka 26,9 persen. Angka ini melampaui Ganjar Pranowo sebesar 23,2 persen. Sementara yang lari ke Sandiaga hanya 4,5 persen.

 

 

Tinggalkan Komentar