Pengamat Sebut Metaverse Masih Rawan Kebocoran Data Pribadi

Pengamat Sebut Metaverse Masih Rawan Kebocoran Data Pribadi - inilah.com
(ist)

Facebook resmi mengubah citra dirinya sebagai Meta, terobosan ini dalam upaya untuk mencakup visi realitas virtualnya untuk masa depan, yang menurut CEO Facebook Mark Zuckerberg adalah metaverse.

NPR melansir, Menurut Victoria Petrock, seorang analis yang mengikuti teknologi Metaverse mengungkapkan kekhawatirannya akan teknologi yang dikembangkan Facebook membutuhkan lebih banyak
data pribadi sehingga membuka potensi penyalahgunaan yang lebih besar.


Kekhawatiran senada disampaikan Steve Jang, mitra
pada perusahaan modal ventura Kindred Ventures, ia mengingatkan,
permasalahan perlindungan data pribadi menjadi sangat penting.

Dia
meyakini, pengguna teknologi metaverse ingin berselancar menikmati dunia
tiga dimensi secara riil dengan nyaman tanpa mengkhawatirkan soal
pencurian data pribadi mereka.

Baca juga  Facebook Siapkan Fitur Langganan Grup dan Monetisasi

Ini penting menjadi perhatian karena platform media sosial sekarang ini marak menyedot data pribadi para pengguna.

Kepemilikan
akun, foto, unggahan, dan data sebagainya diambil alih yang berujung
pada hal yang bisa merugikan pengguna, termasuk membahayakan nyawa
pengguna.

”Kita ingin dapat bergerak di internet dengan mudah.
Tetapi kita juga ingin dapat bergerak di internet dengan cara yang tidak
terlacak dan terpantau,” kata Jang.

Sementara, Facebook sampai saat ini tidak memperbaiki masalah tersebut.

Tinggalkan Komentar