Senin, 08 Agustus 2022
10 Muharram 1444

Pengawasan dan Aturan Karantina Diterapkan Tanpa Pandang Bulu

Kamis, 06 Jan 2022 - 20:12 WIB
Penulis : Willi Nafie
Pengawasan dan Aturan Karantina Diterapkan Tanpa Pandang Bulu

Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito mengatakan upaya pengawasan ketat di pintu masuk negara. Kemudian penegakan peraturan karantina oleh pemerintah tanpa pandang bulu. Pengawasan itu di terapkan dalam aplikasi monitoring karantina presisi di Terminal 3 keberangkatan Bandara Soekarno-Hatta.

“Hari ini Polri melakukan ‘launching’ (peluncuran) aplikasi monitoring karantina presisi di Terminal 3 keberangkatan Bandara Soekarno-Hatta,” kata dia saat menyampaikan keterangan pers dalam dari YouTube BNPB di Jakarta, Kamis (6/1/2022).

Wiku Adisasmito mengatakan aplikasi tersebut merupakan bentuk kolaborasi lintas sektor. Sehingga memastikan karantina berjalan secara disiplin dan tidak ada transmisi lokal, khususnya terkait dengan varian Omicron.

Metode itu, melalui upaya penyatuan data menjadi satu sistem sebagai visi bersama satu data nasional.

Kementerian Perhubungan memprediksi kedatangan pelaku perjalanan luar negeri ke Indonesia akan mulai meningkat signifikan. Yakni perkiraannya mulai dari 5 Januari 2022 hingga tiga pekan ke depan.

“Sehingga langkah antisipasi direncanakan sedemikian rupa termasuk keputusan untuk menunda segala bentuk perjalanan yang tidak mendesak dan terencana apalagi dalam jumlah besar,” katanya.

Sikap masyarakat yang memaksakan kehendak untuk ke luar negeri, kata dia, akan memberikan risiko terhadap keberhasilan pengendalian COVID-19 usai Natal dan Tahun Baru.

“Data COVID-19 per 5 Januari mencatat sebanyak 164 kasus Omicron di Indonesia,” katanya.

Ia menambahkan demi menekan laju penularan Omicron, Indonesia terus meningkatkan upaya penapisan ketat di pintu masuk negara. Kemudian menegakkan peraturan karantina tanpa pandang bulu.

Satgas mengimbau pemerintah dan Satgas COVID-19 di daerah untuk menggencarkan upaya 3T (testing, tracking, dan tracing). Kondisi tersebut penting agar dapat menghindari lonjakan kasus COVID-19, terutama pada komunitas akibat dari Omicron.

 

Tinggalkan Komentar