Kamis, 01 Juni 2023
11 Dzul Qa'dah 1444

Pengetatan Pasokan Rusia Dongkrak Harga Minyak Lebih dari 2 Persen

Jumat, 24 Feb 2023 - 06:56 WIB
Pengetatan Pasokan Rusia Dongkrak Harga Minyak Lebih dari Dua Persen - inilah.com
Minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman April menguat 1,61 dolar AS atau 2,0 persen, menjadi ditutup pada 82,21 dolar AS per barel di London ICE Futures Exchange. (Foto: iStockphoto.com)

Pelaku pasar minyak berekspektasi adanya pemotongan tajam untuk produksi Rusia bulan depan. Pada saat yang sama, dolar AS menunjukkan posisi yang lebih kuat di tengah lonjakan persediaan minyak negeri Paman Sam yang lebih tajam dari perkiraan.

Kondisi tersebut menambah kekhawatiran pasar soal permintaan emas hitam ini. Harga minyak pun menetap dua persen lebih tinggi pada akhir perdagangan Kamis atau Jumat (24/2/2023) pagi WIB.

Minyak mentah berjangka Intermediate West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman April terangkat US$1,44 atau 2,0 persen, menjadi menetap pada US$75,39 per barel di New York Mercantile Exchange.

Minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman April menguat US$1,61 atau 2,0 persen, menjadi ditutup pada US$82,21 per barel di London ICE Futures Exchange, dibandingkan dengan sekitar US$98 per barel menjelang invasi Rusia ke Ukraina setahun lalu.

Baca juga
Dolar AS Loyo, Harga Minyak Melonjak di Asia

Harga minyak mendapat dorongan awal dari rencana Rusia untuk memotong ekspor minyak dari pelabuhan-pelabuhan barat hingga 25 persen pada Maret, melebihi pengurangan produksi yang diumumkan sebesar 500 ribu barel per hari.

Sementara dolar yang lebih kuat tetap menjadi hambatan jangka pendek untuk minyak mentah, analis UBS mengatakan mereka memperkirakan produksi Rusia yang lebih rendah dan pembukaan kembali China akan memperketat pasar minyak dan mendukung harga.

Indeks dolar naik untuk sesi ketiga berturut-turut, setelah risalah dari pertemuan Federal Reserve AS terbaru pada Rabu (22/2/2023) menunjukkan mayoritas pejabat Fed setuju bahwa risiko inflasi tinggi menjamin kenaikan suku bunga lebih lanjut.

Baca juga
7 Transmart Tutup Permanen, Bisnis Ritel Chairul Tanjung di Ujung Tanduk

Greenback yang lebih kuat membuat minyak berdenominasi dolar lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya, menekan permintaan. Kedua harga acuan minyak kehilangan lebih dari dua dolar AS di sesi sebelumnya setelah rilis risalah The Fed.

Harga minyak juga berada di bawah tekanan setelah data pemerintah AS menunjukkan persediaan minyak mentah negara itu naik untuk kesembilan kalinya berturut-turut pekan lalu, memicu kekhawatiran permintaan.

Stok minyak mentah AS naik 7,6 juta barel dalam sepekan hingga 17 Februari, Badan Informasi Energi AS (EIA) melaporkan Kamis (23/2/2023), lebih dari tiga kali lipat ekspektasi para analis untuk kenaikan 2,1 juta barel.

Baca juga
Didesak Mundur Pegawai Pajak, Jubir Sri Mulyani Bilang Begini

“Sehubungan dengan tekanan yang datang dari Federal Reserve pada permintaan dan cuaca yang menghangat di AS dan Eropa, ada kekhawatiran menyeluruh tentang sisi permintaan,” kata Tony Headrick, analis pasar energi di CHS Hedging.

Tinggalkan Komentar