Penggeledahan Rumah Tahfidz Quran di Pringsewu Gegerkan Warga

Penggeledahan Rumah Tahfidz Quran di Pringsewu Gegerkan Warga - inilah.com
foto istimewa

Warga yang tinggal di Pekon Klaten, Gading Rejo, Pringsewu, Lampung digegerkan dengan kedatangan Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri yang menggeledah rumah peghafal Al Quran yang juga digunakan sebagai tempat pengajian warga setempat.

Salah seorang ibu berinisial S mengaku melihat aksi penggeledahan dilakukan di sebuah rumah yang dijadikan Yayasan Ishlahul Umat yang sebelumnya bernama Lembaga Amil Zakat (LAZ) Baitul Maal (BM) Abdurrahman bin Auf (ABA).

“Pernah akhir 2020 itu kan didatengin polisi, tapi nggak rame kayak hari ini. Terus BM ABA ganti nama jadi Al Ishlah (Yayasan Ishlahul Umat Lampung),” ujarnya yang tinggal tak jauh dari rumah tahfidz tersebut.

Baca juga  Aturan Karantina Perjalanan Internasional Kini Cukup 3 Hari

Padahal sejak dulu kegiatan di rumah tahfidz Quran itu tidak menunjukkan adanya kecurigaan seperti aksi terorisme dari warga sekitar. Karena setiap harinya hanya diisi aktivitas pengajian untuk anak-anak maupun orang tua.

Bahkan pengajian digelar secara terang-terangan sehingga warga sekitar bisa melihat apakah pengajian itu sesuai pemahaman atau tidak. Dan selama ini warga tidak pernah menaruh kecurigaan terhadap pengajian yang digelar.

“Setau saya ya cuma hafalan Quran buat anak-anak. Pengajiannya itu juga nggak sembunyi-sembunyi. Materinya pun nggak pernah ngerasa aneh karena juga kedengaran dari rumah, mereka pakai pengeras suara. Orang-orangnya juga baik kok,” katanya.

Baca juga  Berstatus Tersangka, Densus Pastikan Ustaz Farid Tak Main Medsos

Sebelumnya Tim Densus 88 Antiteror mendeteksi adanya dugaan terorisme dan radikalisme di Kantor Yayasan Ishlahul Umat Lampung di Pekon Klaten, Kecamatan Gadingrejo, Kabupaten Pringsewu pada 4 November 2021 lalu. Aksi ini berujung diamankannya tiga orang yang diduga terkait terorisme.

Tiga orang yang diduga sebagai Jamaah Islamiyah (JI) itu berinisial SU (61) warga Bagelen Kecamatan Gedongtataan Kabupaten Pesawaran, SK (59) warga Hajimena Lampung Selatan, dan DRS (47) warga Wonokrio Kecamatan Gadingrejo Kabupaten Pringsewu.

Tinggalkan Komentar